JATIMPASURUAN

Duta Muda BPJS Kesehatan Pasuruan Ajak Remaja Pahami Anti-Fraud dalam Program JKN

Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Adelia Ayu Adzani (Foto: ist)

PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Adelia Ayu Adzani, siswi SMK Kesehatan Kota Pasuruan, terus mengambil peran aktif dalam mengenalkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada generasi muda. Melalui berbagai kegiatan edukasi di lingkungan sekolah maupun komunitasnya, Adelia ingin memastikan bahwa remaja memahami pentingnya menjaga sistem jaminan kesehatan yang digunakan seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut Adel, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam isu pelayanan kesehatan. Mereka perlu mengetahui bagaimana sistem JKN bekerja serta mengapa integritas menjadi fondasi utama untuk menjaga kualitas layanan.

“Banyak teman sebaya saya yang belum tahu bagaimana JKN berjalan, termasuk bagaimana fraud bisa memengaruhi layanan. Padahal jika ada kecurangan, dampaknya besar—mutu layanan bisa menurun, keselamatan pasien terancam, dan keberlanjutan program juga ikut terganggu,” jelas Adel, Rabu (26/11).

Ia menjelaskan bahwa fraud di fasilitas kesehatan dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti manipulasi klaim atau pemberian layanan yang tidak sesuai dengan indikasi medis. Untuk mencegah hal tersebut, BPJS Kesehatan menerapkan tiga pilar penanganan fraud yang menjadi acuan nasional.

Pilar pertama adalah pencegahan, melalui penguatan kebijakan anti-fraud, penanaman budaya kerja berintegritas, dan peningkatan kapasitas SDM. Pilar kedua adalah deteksi, yakni pemanfaatan teknologi analitik data, sistem peringatan dini, serta verifikasi pascaklaim untuk mengidentifikasi pola mencurigakan. Pilar ketiga adalah penanganan, yang dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga agar setiap temuan fraud dapat ditindaklanjuti sesuai aturan.

Adel menegaskan bahwa upaya mencegah fraud tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Kolaborasi lintas profesi, lintas instansi, bahkan kerja sama internasional diperlukan.

“Indonesia juga akan mengadakan konferensi internasional anti-fraud jaminan kesehatan untuk pertama kalinya. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun ekosistem JKN yang bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai Duta Muda, Adel merasa bertanggung jawab menyebarkan pemahaman ini kepada teman-teman sebayanya. Ia yakin bahwa generasi muda, dengan akses luas ke media sosial dan ruang digital, dapat berperan sebagai agen informasi yang membantu memperkuat pemahaman masyarakat tentang JKN.

“Kami ini generasi yang akan terus menggunakan program ini. Penting sekali untuk tahu bagaimana cara menjaga sistem agar tetap sehat,” tambahnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Dina Diana Permata, memberikan apresiasi atas kiprah Adelia yang dinilainya sangat membantu memperluas edukasi anti-fraud di kalangan remaja.

“Peran Duta Muda seperti Adelia sangat berarti. Anak-anak muda memiliki jangkauan informasi yang cepat dan luas. Edukasi anti-fraud yang disampaikan melalui bahasa dan gaya yang dekat dengan generasi mereka membuat pesan tentang integritas dalam JKN lebih mudah diterima. BPJS Kesehatan tentu sangat mendukung upaya positif ini,” ujar Dina.

Dina berharap semakin banyak remaja yang ikut mengenal JKN secara benar dan turut menjaga keberlangsungan program. Kesadaran sejak dini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan Program JKN sebagai layanan kesehatan yang adil, aman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. (rn/ra/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button