JATIMLAMONGAN

Laporan Penjualan Tanah Negara di Paciran Lamongan Kembali Ditanyakan Pelapor

Anggota paguyuban nelayan Weringin, saat melakukan protes ke Balaidesa Weru, kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur (Foto: Joko)

LAMONGAN, BIDIKNASIONAL.com – Pelaporan atas penjualan tanah negara atau tanah oloran hasil sedimentasi di wilayah bibir pantai. Kembali dipertanyakan oleh Shofwan Asyhuri, salah satu perwakilan paguyuban nelayan Weringin desa Weru, kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Obyek laporan, sesuai dengan data yang ada, sekitar ada 36 kaveling tanah yang sudah terjual. “Ini tanah oloran yang sudah di kaveling sama Pak kades Weru H.Syaiful Islam, dengan berkedok sumbangan untuk pemecah ombak (breakwater), tapi dalam hal ini pihak pembeli dijanjikan dan diiming-imingi dibuatkan SHM di petok, jadi itu nanti disertifikatkan.

“Untuk 1 kaveling,dinelaskan Shofwan, sesuai kwitansi yang ada, transaksinya 1 meternya itu sebesar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta, sesuai strategi atau pemasaran kaveling. Jadi itu harga per meternya. “Sehingga nanti itu kita kalikan berapa meter persegi (m²) itu pada tempat yang sudah dikaveling,” jelas Shofwan Weringi, salah satu perwakilan paguyuban nelayan Weringin.

“Laporan resmi tersebut, sebelumnya kami layangkan dan surat diterima tanggal 22-09-2023 melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ke Kejaksaan Negeri Lamongan. Sementara itu, beber dia, hingga kini perkara tersebut belum ada kejelasan dari pihak Kejaksaan Negeri Lamongan.

“Sudah dua tahun lebih pada bulan September 2023 lalu, ia menduga, apakah perkaranya sudah membeku di dalam kulkas,” tandas Shofwan, dengan nada kecewa.

Kendati demikian, Shofwan meminta, kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan Negeri Lamongan untuk benar – benar menegakkan supermasi hukum sesuai dengan kewenangannya, hal ini sesuai yang telah diamanatkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto,” pintanya.

Sebelumnya disampaikan, Syaiful Islam, Kepala Desa Weru, Kecamatan Paciran, terkait hasil rapat sosialisasi pengolahan aset desa Weru, tertanggal 21 November 2022 di balai Desa Weru, yang didalamnya menjelaskan isi sambutan Kepala Desa Weru, Ketua BPD, dan direktur BUMDes, serta hasil diskusi bersama beberapa orang yang hadir. Selain itu juga tercatat daftar hadir sebanyak 42 orang.

Lanjut dia, laporan total perincian Desa Weru, tertanggal 05 Juli 2023 yang tercatat beberapa rincian keuangan hingga total akhir saldo sebesar Rp. 11.800.000,-.

Selain itu, rekapitulasi sumbangan Breakwater desa Weru, tertanggal 05 Juli 2023 yang menjelaskan beberapa rincian diantaranya tanah barat terdiri dari 19 orang, dengan total Rp. 1.107.500.000,-. Lalu tanah timur terdiri dari 6 orang dengan total Rp. 455.500.000″-, dan tanah timur Masjid terdiri dari 10 orang dengan total Rp. 960.000.000,-.

Reporter: Joko santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button