Suarakan Anti-Fraud, Igustri Ingin Wujudkan Layanan JKN Makin Berkualitas

Duta Muda BPJS Kesehatan, Igustri Restu Kirani (Foto: ist)
BOJONEGORO, BIDIKNASIONAL.com – Perannya menjadi Duta Muda BPJS Kesehatan membuat Igustri Restu Kirani (16) selalu menjadi sosok yang bersemangat. Ia pun kerap mengajak teman-temannya untuk aktif menyuarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui beberapa komunitas sekolah yang diikutinya. Menurutnya, layanan JKN mempunyai peran penting dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Igustri juga menyadari jika dalam perjalanannya, layanan JKN pasti menemukan kendala. Misalnya saja dalam bentuk tindakan kecurangan atau fraud yang masih sering terjadi di lapangan. Menurutnya bentuk fraud juga beragam sehingga layanan untuk peserta JKN menjadi terganggu.
“Saya dan keluarga tentunya sangat bersyukur menjadi peserta JKN sejak awal berdirinya BPJS Kesehatan. Banyak manfaat yang kami dapatkan sehingga saat sakit tidak pernah lagi merasakan khawatir. Selanjutnya saya pun mendengar saat ini marak sekali kejadian kecurangan terhadap layanan JKN. Tentunya diperlukan 3 pilar penanganan agar program ini tetap bersih dan berkelanjutan,” katanya, Kamis (27/11).
Igustri pun menuturkan 3 pilar strategis anti fraud tersebut adalah pencegahan, pendeteksian dan penanganan. Ia menyadari peran penting kerja sama lintas profesi sangat membantu dalam penyelesaian penanganan anti kecurangan.
“Menurut saya agar layanan JKN semakin bersih, bermutu dan sustain maka perlu dukungan penuh dari stakeholder terkait. Sehingga penanganan ini mampu memastikan mekanisme penyelesaian berjalan dengan efektif, profesional dan sesuai dengan regulasi. Peran SDM agar mampu mendeteksi fraud juga tidak kalah penting sebagai warning identifikasi pola kecurangan secara lebih cepat dan akurat.
Gadis asal Desa Tambakboyo, Kabupaten Tuban ini yakin jika layanan JKN semakin menunjukkan kualitasnya. Alur berobatnya yang mudah di faskes menjadikan layanan JKN ini semakin terdepan dalam melayani.
“Semua yang saya sampaikan ini tidak hanya tentang kampanye saya saja sebagai peran Duta Muda BPJS Kesehatan. Namun sebagai anak muda perlu berkreativitas dalam mengawal Program JKN. Kemudahan yang dihadirkan dalam berobat di faskes menjadi bukti bahwa alur berobat anti ribet. Apalagi dengan hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), peserta sudah langsung dapat dilayani,” jelasnya.
Di akhir kesempatan, Igustri menyampaikan harapannya agar layanan JKN terus berkelanjutan, semakin mudah diakses, dan memberi manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
“Tidak ada kata yang sulit jika kita saling bersinergi guna mewujudkan upaya ini. Mari, kita semua turut mengawal Program JKN agar layanannya tetap prima. Jika menemukan hal yang tidak sesuai dengan prosedur, jangan ragu melaporkan melalui Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165 serta Petugas BPJS SATU,” tutupnya. (ru/red)



