Dinas Pendidikan Banyuwangi Serius Atasi Masalah Narkoba Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno, SP.d, M.M. (Foto: Dj)
BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk menjaga anak-anak mereka dari penyalahgunaan narkoba dan meningkatkan komitmen pembelajaran di sekolah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam mengatasi masalah narkoba dan meningkatkan kualitas pendidikan di Banyuwangi.
Disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno, SP.d, M.M kepada Biro Banyuwangi bidiknasional.com bahwa Dinas Pendidikan tetap fokus mendampingi generasi muda untuk mencapai perkembangan agar menjadi generasi yang unggul menuju Indonesia emas 2045.
“Tetapi gangguan, godaan terhadap tumbuh kembang generasi muda itu masih banyak, antara lain pengaruh dari penyalahgunaan narkoba, fenomena buliying, baik itu di dunia nyata maupun dunia media sosial (medsos) digital, dan balapan liar. Tentu ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu pihak, baik orang tua, masyarakat juga ngak bisa, apalagi sekolah ngak bisa. Maka kami menghimbau kepada tiga (3) komponen untuk bersinergi, di sekolah tugasnya fokus bagaimana mengedukssi anak-anak di sekolah melalui kurikuler maupun ekstra kurikuler,” ulasnya, Kamis (27/11/2025).
Diungkapkan, “di rumah tentu dalam pengasuhan dan pendampingan untuk putra-putrinya, tentu masyarakat tugasnya adalah mengontrol, mengawasi, melaporkan dan turut serta mencarikan solusi bahwa ada kejadian, dan ini butuh kepedulian semua pihak, karena memang ada tiga (3) atau empat (4) Pusat Pendidikan, yaitu orang tua, sekolah dan masyarakat serta medsos, dunia digital, dan ini harus dikolaborasikan sehingga anak-anak sekolah bisa menjalankan tugas perkembangannya yaitu dalam bentuk belajar, diwajtu akan datang lancara, sukses tercapai cita-citanya unggul di Banyuwangi,” terangnya.
Lebih lanjut Suratno mengemukakan, “Kami yang fokus di pendidikan dasar, yaitu SD, SMP, SLTA tentu secara profesional mendidik anak-anak yang disebut dengan pembelajaran berbasis like skill dalam bentuk ketramoilan, sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing, kalau sekolah dekat pantai anak-anak diberikan pengetahuan bagaimana ikut maritim yang baik, kalau sekolah di pegunungan bagaimana berkebun dan kalau di daerah agraria diajari bertani cocok tanam, apalagi berkesenian, Banyuwangi yang dikenal wisata, seni budaya tentu anak-anak yang potensinya luar biasa dilatih di sekolah, melalui ekstra kurikuler yang bekerja sama dengan sanggar-sanggar seni budaya, kita juga mendorong kepada semua sekolah untuk berinovasi membuat prodak-prodak unggulan di masing-masing sekolah, pembelajarannya saja harus berbasis proyek, yang hasil nyatanya itu bisa bermanfaat untuk anak-anak sendiri atau siapa tahu menjadi masa depan anak-anak kalau ditingkatkan skillnya mulai ketrampilan kesenian, kukiner, olahraga dll, dan bisa tumbuh kembangkan sesuai bakatnya”, bebernya. (Dj)



