
Bunda Corla saat sapa fans di gedung bioskop. (Foto: Ist)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Film Mertua Ngeri Kali menjadi debut layar lebar Bunda Corla atau Cynthia Corla sebagai pemeran utama. Dalam film drama komedi ini, ia berperan sebagai Donra, seorang mertua sosialita yang perfeksionis, cerewet, egois, sekaligus keras kepala.
Bunda Corla beradu akting dengan Dimas Anggara sebagai Raja dan Naysila Mirdad sebagai Andara. Dalam sesi meet and greet di Ciplaz Sidoarjo, Jumat (28/11/2025), selebgram fenomenal itu membagikan pengalaman menarik selama proses syuting film pertamanya.
Ia mengaku sempat menghadapi beberapa tantangan yang tak terduga. Bunda Corla menyebut kesulitan terbesarnya adalah ketika harus menaiki kuda.
“Kesulitan Bunda cuma naik kuda saja. Karena dia binatang, Bunda takut kalau tiba-tiba ngamuk atau lari. Takutnya keseret,” ujarnya.
Untuk adegan lainnya, ia mengaku sudah terbiasa dengan karakter Donra yang ceplas-ceplos, galak, dan emosional. “Yang lain gampang semuanya. Marah-marah, ceplas-ceplos, kejam-kejamnya itu memang sudah karakter Bunda,” katanya sambil tertawa.
Tantangan lain yang ia hadapi adalah mengingat dialog. “Bunda suka lupa script. Kadang teman main sudah hafal, tapi Bunda lupa sampai 85 persen,” ungkapnya.
Di balik komedinya, film Mertua Ngeri Kali menyampaikan pesan hangat tentang hubungan mertua dan menantu. “Pesannya itu saling memaafkan. Mertua dan menantu pasti ada konflik. Cara mereka berbeda, tapi tujuannya sama,” jelasnya.
Ketika ditanya soal kemungkinan kembali bermain film, Bunda Corla menyebut semuanya bergantung pada antusias penggemarnya yang ia panggil “anak-anak Bunda”.
“Kalau film ini sukses, anak-anak boleh kasih judul film berikutnya,” katanya.
Ia juga menginformasikan bahwa penonton sudah bisa membeli tiket untuk pemutaran awal di 17 kota. “Biasanya nunggu 11 Desember, tapi sekarang anak-anak Bunda bisa pesan tiket duluan,” ucapnya.
Bunda Corla turut membagikan momen syuting paling berkesan, yakni saat adegan pesta ulang tahun. Dalam kesempatan itu pula ia menegaskan tidak memiliki fans, melainkan anak-anak yang selalu ia rangkul.
Film berdurasi 110 menit ini sendiri mengisahkan konflik lucu dan emosional antara Donra dan Andara yang berakhir dengan pesan keluarga tentang penerimaan dan saling memahami.
Laporan : Teddy Syah



