ARTIKEL

Fenoma Aphelion dan Perubahan Lingkungan: Dampak Bagi Kesehatan Manusia di Wilayah Tropis

Oleh : Rika Yuliwulandari, Zulfan Febriawan, Tia Maya Afrita, Endang Warasanti, Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

FENOMENA aphelion adalah titik dalam orbit Bumi ketika planet kita berada pada jarak terjauh dari Matahari, yaitu sekitar 152,1 juta kilometer. Fenomena ini terjadi setiap tahun, umumnya pada awal Juli, dan merupakan siklus astronomi normal yang tidak pernah berhenti terjadi sepanjang sejarah Bumi. Sebaliknya, titik jarak terdekat antara Bumi dan Matahari disebut perihelion, yang terjadi sekitar awal Januari ketika jaraknya hanya sekitar 147 juta kilometer. Meskipun selisih jarak ini tampak besar, secara ilmiah perubahan jarak tersebut tidak menyebabkan perubahan suhu global secara ekstrem, karena suhu Bumi jauh lebih dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi 23,5°, bukan jarak terhadap Matahari.

Namun, munculnya fenomena aphelion sering kali dibarengi berbagai perubahan atmosfer dan cuaca yang kemudian dikaitkan dengan kesehatan manusia. Beberapa fenomena kesehatan seperti gejala flu, kelelahan, dehidrasi, dan beberapa gejala lain sering kali dikaitkan dnegan ophelion. Secara sekilas, kedua hal ini terkesan berhubungan, namun berdasarkan pembahasan ilmiah kedua hal ini tidak memiliki kaitan satu sama lain. Aphelion bukan penyebab langsung perubahan kesehatan, melainkan perubahan pola angin, kelembapan, distribusi panas, tingkat paparan UV, dan stabilitas atmosfer yang terjadi berbarengan pada periode tersebut. Secara atmosferik, menjelang dan selama aphelion, beberapa wilayah terutama daerah tropis seperti Indonesia mengalami perubahan pola angin musiman, yang dapat membawa lebih banyak debu, polutan, dan udara kering. Pada wilayah urban, fenomena ini sering diperparah oleh tingginya konsentrasi polusi udara seperti PM2.5, ozon permukaan, dan partikulat mikroplastik yang kini menjadi perhatian besar para ahli kesehatan. Pada saat yang sama, intensitas radiasi UV juga dapat meningkat pada jam-jam tertentu karena posisi Matahari yang relatif lebih tinggi di langit tropis, meskipun jarak Bumi ke Matahari sedang mencapai titik paling jauh. Hal ini menyebabkan masyarakat lebih rentan mengalami iritasi mata, kulit terbakar, sensitivitas kulit meningkat, serta dehidrasi akibat hilangnya cairan tubuh melalui keringat.

Dari sisi kesehatan, beberapa keluhan jangka pendek yang sering dilaporkan pada periode aphelion termasuk pusing, kelelahan lebih cepat, haus berlebih, gangguan tidur, dan peningkatan iritasi pada saluran pernapasan tidak memiliki kaitan langsung dengan ophelion. Kondisi ini justru sering terkait dengan peningkatan suhu permukaan, kelembapan yang berubah secara fluktuatif, serta kualitas udara yang menurun. Pada penderita asma atau alergi, peningkatan debu dan polutan yang terbawa angin dapat memperparah gejala seperti batuk, sesak napas, dan hidung tersumbat. Selain itu, perubahan cuaca yang tidak stabil pada periode ini juga dapat mempengaruhi sistem imun, sehingga beberapa orang lebih mudah terserang flu musiman, sakit kepala, atau kelelahan kronis. Dalam jangka panjang, fenomena aphelion tidak memberikan dampak kesehatan langsung yang permanen, namun perubahan atmosfer musiman yang menyertainya dapat memberikan efek kumulatif. Misalnya, paparan radiasi UV yang lebih intens dalam jangka panjang meningkatkan risiko kerusakan kulit, penuaan dini, dan potensi kanker kulit. Polusi udara yang meningkat pada periode tertentu dapat menambah beban pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, dan penderita penyakit jantung atau paru. Perubahan suhu yang tidak stabil juga dapat mempengaruhi ritme sirkadian tubuh, yang bila berlangsung berulang setiap tahun dapat berdampak pada kualitas tidur jangka panjang.

Fenomena aphelion dan dampaknya memiliki keterkaitan erat dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Kondisi atmosfer yang berubah-ubah serta potensi risiko kesehatan yang muncul relevan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) yang menekankan pentingnya kesehatan masyarakat melalui pemahaman risiko lingkungan, kesiapsiagaan kesehatan, dan edukasi publik. Variabilitas lingkungan yang semakin ekstrem akibat interaksi antara fenomena alam dan perubahan iklim global juga sejalan dengan SDG 13 (Climate Action), yang mendorong tindakan mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim melalui penelitian ilmiah, informasi publik, dan kebijakan berbasis bukti. Di sisi lain, aphelion turut berkaitan dengan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) karena kualitas udara, tata kelola lingkungan perkotaan, dan infrastruktur kesehatan menjadi aspek penting dalam menjaga ketahanan masyarakat menghadapi kondisi atmosfer yang berfluktuasi. Secara keseluruhan, fenomena aphelion adalah proses astronomi alami yang tidak berbahaya, namun perubahan lingkungan yang menyertainya dapat berinteraksi dengan kondisi tubuh manusia sehingga menimbulkan gejala tertentu. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan meliputi memperbanyak konsumsi air, menjaga tubuh tetap terlindungi dari paparan matahari berlebih, memperhatikan kualitas udara harian, serta menjaga waktu tidur tetap teratur. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat menghadapi periode aphelion tanpa kecemasan berlebihan, sekaligus tetap waspada terhadap perubahan lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan.

Referensi

Bassey, PU., Ngwu, F.A., Shimobi, O.C., Isiaka, A.B., Gdo’swill, C.C., Hosein, C., Ephraim-Emmanual, B.C. 2025. Heat-related Illnessess: A Scoping Review of Health System Strategies, Emergency Responses and Interventions in Heat-prone Areas. BMC Public Health. 25: 1-14.

Ige-Elegbede, J., Powell, J., Pilkington, P. 2023. A Systematic Review of the Impacts of Extreme Heat on Health and Wellbeing in the United Kingdom. Cities & Health. 8: 432-446.

Raisal, A.Y., Putraga, H., Hidayat, M.N. 2021. Analisis Pengaruh Aphelion dan Perihelion Terhadap Suhu Menggunakan Weather Station. Jurnal Environmental Science. 3(2). (Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button