BOGORJABAR

HUT Ke-5 Media Independen Online (MIO) Mantapkan Profesionalisme Pers Digital Berbasis Etika

Foto bersama Ketua: Ketua Umum MIO Indonesia Ays Prayogie (pakai jas dan baju putih), Dr Kun Wardana Abyoto (jas biru) Pakar AI sekaligus Ketua Umum IPJI, Ketua DPD – MIO Jombang Totok Agus Hariyanto (kaos hitam putih pakai topi putih), Ketua DPD- MIO Kota Mojokerto, Suhadak (topi hitam, Ketua DPD – MIO Kabupaten Mojokerto Sumidi (kaos putih), Ketua DPD- MIO Ponorogo (Sebelah kanan baju putih) dan Anggota DPD-MIO Kabupaten Nganjuk (jacket biru muda). Foto: istimewa

BOGOR, BIDIKNASIONAL.com – Di acara Anniversari (HUT) ke 5 Media Independen Online (MIO) di Ballroom Hotel Karwika, Cisarua, Bogor,Jawa barat hadir Ketua Umum MIO Ays Prayogie dan beberapa wartawan yang tergabung sebagai pengurus DPD-MIO se-Indonesia.

Pada awal sambutannya Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie menyampaikan, “Pers dalam tugasnya, memiliki kemerdekaan dalam memperoleh, mengolah dan menyampaikan informasi ke dalam sebuah pemberitaan. Untuk itu saya menghimbau agar semua wartawan untuk lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya” ujarnya.

Dikatakan, selain itu berita yang dibuat harus seimbang, sesuai Kode Etik jurnalistik dan Kode Etik Wartawan.

“Kita dapat pahami bahwa Pers merupakan lembaga sosial yang memiliki sifat kewenangan, untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Menurut Undang- Diacara Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dikatakan bahwa Pers merupakan lembaga sosial dan wahana Komunikasi Massa, yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan informasi, dalam lisan, tulisan, suara, gambar, maupun media elektronik dan segala saluran yang tersedia,” tandasnya.

Acara MIO Indonesia pada rangkaian Anniversary di HUT ke-5 berlangsung pada 26–27 November 2025 di Bogor, Jawa barat.

Di hari pertama mengusung tema “Leader & Integrity in Journalism: Menuntun Pena, Menyuarakan Kebenaran.”

Pada kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Pakar AI sekaligus Ketua Umum IPJI, Dr. Kun Wardana Abyoto, serta Ahli Pers Dewan Pers, Drs. Rustam Fachri Mandayun ( Mantan wartawan senior ” Majalah Tempo), juga menyampaikan beberapa materi terkait perkembangan teknologi dan regulasi pers.

Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, juga menyampaikan,” Pentingnya menjaga marwah jurnalistik di era banjir informasi.

“Kami terus mendorong anggota MIO di seluruh Indonesia untuk memegang teguh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab moral dalam setiap karya jurnalistik,” ujarnya.

Selain itu Pakar AI Dr. Kun Wardana Abyoto menilai bahwa media perlu beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan.

“AI bukan ancaman bagi pers, melainkan peluang. Yang penting, kita tetap menjadikan etika dan kebenaran sebagai pilar utama jurnalistik,” ungkapnya

Sedangkan Ahli Pers,Drs. Rustam Fachri Mandayun (Mantan wartawan Tempo) mengingatkan perlunya pemahaman regulasi pers agar jurnalis tidak terjerat persoalan hukum.

“Kemerdekaan pers bukan berarti bebas tanpa batas. Ada hak publik yang harus dijaga dan dilindungi,” ujarnya.

Bahwasanya MIO- Indonesia meneguhkan komitmennya memperkuat integritas, etika, dan kualitas jurnalistik di tengah transformasi digital dan perkembangan teknologi AI.

Sementara di tempat terpisah, Totok Agus Hariyanto Ketua DPD MIO Jombang menyampaikan bahwa, khusus bagi dunia Jurnalis mempunyai tanggung jawab dan tantangan kompleks yang dihadapi.

“Seperti yang pernah saya dapatkan informasi dan pernah saya baca, bahwa disampaikannya Evolusi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) dan teknologi digital yang berkembang saat ini kian membuka peluang luar biasa khususnya bagi dunia jurnalistik. Namun peluang ini muncul pula tanggung jawab signifikan disertai tantangan kompleks yang dihadapi. Adanya penyebaran informasi yang kian meluas, dilema etika konten generatif AI, tekanan ekonomi yang dihadapi oleh organisasi berita, hingga isu mengenai kompensasi yang adil bagi pekerjaan jurnalistik, turut mengalami perubahan akibat proses digitalisasi. Bahkan dinamika perubahan teknologi tidak menyurutkan peran penting jurnalisme berkualitas sebagai penjaga akuntabilitas dan suara dari beragam komunitas. Tapi ketiadaan jurnalis yang merdeka menjadi tantangan tersendiri” ujarnya.

“Tanpa jurnalis Indenpenden yang kuat, masyarakat kita berisiko kehilangan arah dalam dunia yang semakin kompleks” ujar Totok Agus Hariyanto. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button