
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kandang Kambing di Lapas Kelas llB Oleh Kepala Pusat Kemenimipas, Akbar Hadi (Foto: ist)
GROBOGAN, BIDIKNASIONAL.com – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Akbar Hadi Prabowo, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan kandang kambing di Lapas Kelas IIB Purwodadi, Jumat (28/11). Langkah ini merupakan upaya penguatan program ketahanan pangan nasional dan kemandirian Warga Binaan.
Peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol langkah maju menuju pemasyarakatan yang lebih produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Akbar Hadi optimis bahwa kandang kambing ini nantinya dapat memberi kontribusi positif yang nyata dirasakan.
“Saya senang saat lapas mendukung penuh program ketahanan pangan nasional. Saya yakin kandang kambing ini dapat memberi bekal keterampilan untuk Warga Binaan dan Masyarakat sekitar,” kata Akbar Hadi.
Ketahanan pangan merupakan penjabaran Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang dituangkan dalam 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Pembangunan kendang kambing ini menjadi wujud nyata komitmen Kemenimipas dalam mendorong pemanfaatan lahan di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus membuka ruang bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan riil yang bermanfaat.
Fasilitas ini juga membuka peluang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, komunitas peternakan lokal, maupun Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas). Salah satu pihak ketiga yang turut serta bersinergi dengan Lapas Purwodadi adalah Yayasan Al-Ma’laa, Pokmas Lipas yang sudah bersama Lapas Purwodadi sejak 2015.
Selain kambing, Lapas Purwodadi telah memiliki unit peternakan dan pertanian lainnya. Semua unit seperti ayam, itik, lele, jagung, sawi, serta kangkong. Pada waktu yang sama, Akbar Hadi turut serta memanen jagung hasil pertanian Warga Binaan. Ia mengapresiasi pemanfaatan lahan di sekitar Lapas Purwodadi.
“Sekecil apapun lahan yang bisa kita manfaatkan menjadi lahan produktif, itu adalah bagian dari kepedulian pemasyarakatan terhadap Warga Binaan. Dari sebidang lahan, kita telah memberikan tempat pelatihan keterampilan dan bisa jadi premi untuk mereka,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Lapas Purwodadi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi peternakan internal, mendukung suplai pangan lokal, serta berkontribusi pada upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis pemberdayaan. Dengan pengelolaan berbasis pemberdayaan, Warga Binaan dapat memperoleh keterampilan yang dapat diaplikasikan setelah mereka keluar dan mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana.
Laporan : Heru Budianto



