JATIMJOMBANG

Disnak Jombang Dukung Pengembangan Produk Unggulan, Progam Satu Dusun Satu Wirausaha Baru  

JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Merujuk pada program ” Satu Dusun,Satu Wirausaha” atau inisiatif serupa seperti” One Village One Product ( OVOP) yang bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa/ dusun dengan mengembangkan produk unggulan lokal.

Selain itu, dalam rangka mendukung visi misi Bupati Jombang satu dusun satu wirausaha baru, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Peternakan (Disnak) meluncurkan program strategis bertajuk “Satu Dusun Satu Wirausaha Baru”.

Sehingga inisiatif ini dirancang sebagai langkah konkret untuk menumbuhkan kembali minat dan gairah masyarakat dalam berusaha di sektor peternakan, sekaligus mengatasi penurunan jumlah peternak yang mengkhawatirkan.

Sedangkan pada saat itu Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh, mengungkapkan bahwa program ini adalah respons populasi ternak yang terus merosot dalam dua tahun terakhir.

“Awal 2025, populasi sapi potong hanya tersisa 47.049 ekor dari sebelumnya 64.106 ekor. Sapi perah juga turun dari 8.343 ekor menjadi 7.607 ekor dan pada bulan Sepetember ada peningkatan kurang lebih 10 persen sampai bulan November 2025,” ujar nya. Kamis (20/11/2025).

“Maka dari itu adanya tren peningkatan ternak kambing, sapi dan populasi ternak di Jombang semakin meningkat petani di jombang sudah mulai kembali berani belanja bibit ternak dan kambing terutama sapi karena kabupaten jombang dengan status zero case PMK prtni ternak sudah mulai bertenak kembali,” tambahnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh (Foto: ist)

Pada program Satu Dusun Satu Wirausaha baru bidang pernakan tidak sekadar menambah jumlah peternak, tetapi lebih jauh, menciptakan wirausaha-wirausaha baru yang mandiri dan tangguh di bidang peternakan sapi, kambing, dan ayam.

“Peternak kita butuh dorongan agar bisa kembali bergairah. Kami ingin setiap dusun melahirkan wirausaha baru yang kuat,” jelasnya.

Sehingga lebih dari itu untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah daerah akan memberikan stimulan atau bantuan permodalan sebagai langkah awal bagi calon wirausaha ternak.

Jadi selanjutnya tidak berhenti pada stimulan awal, Disnak Jombang juga telah menyiapkan program pendampingan, pelatihan – pelatihan yang berkelanjutan melalui pola kemitraan “Bapak Asuh” yang rencananya akan diluncurkan pada 2026.

Selanjutnya melalui pola ini, para calon peternak dan wirausaha baru tidak hanya mendapat modal, tetapi juga pendampingan teknis, manajemen usaha, hingga yang terpenting, akses pemasaran.

Masih menurut Saleh lagi, “Model kemitraan Bapak Asuh lebih efektif menjalin hubungan antara peternak dan mitra. Pemerintah tetap memberi pembinaan, tetapi keberlanjutan usaha lebih terjamin,” tandasnya.

Berjalan mulai langkah awal, tahun 2025 ditetapkan sebagai masa perintisan. Uji coba program akan dimulai dengan fokus pada pengelolaan ternak unggas di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Tentang keberhasilan pilot project di Desa Keras ini nantinya akan menjadi percontohan sebelum program diperluas ke seluruh desa dan kelurahan a yang ada di Kabupaten Jombang.

“Setiap desa akan dibuat mekanisme pengembangan ternak sesuai potensi. Ada yang cocok untuk sapi, unggas, maupun kambing. Dengan begitu, arah pengembangan lebih jelas,” ungkap nya.

Berjalan sesuai dengan komitmen tersebut, Program Satu Dusun Satu Wirausaha baru, diharapkan tidak hanya mampu menghentikan tren penurunan populasi ternak, tetapi juga menjadi motor penggerak baru ekonomi kerakyatan dan kemandirian pangan di tingkat desa.

Perlu diketahui, bahwa Pengembangan Produk Unggulan, setiap dusun didorong untuk mengidentifikasi dan mengembangkan satu produk atau layanan khas yang memiliki keunikan dan potensi pasar, baik lokal maupun global. (Tok)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button