
LAMONGAN, BIDIKNASIONAL.com – Dugaan aksi pencurian Kabel Tanah Tanam Langsung (KTTL), aset milik PT. Telkom Indonesia, yang dilakukan secara berkelompok di Kabupaten Lamongan, tepatnya disepanjang Jalan Babat-Jombang, berjalan mulus, Rabu Dinihari (03/12/2025).
Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., bahwa ada dugaan aksi pencurian kabel primer berisi tembaga, aset milik PT. Telkom Indonesia, pada Rabu Dinihari tadi, (03/12/2025), pihaknya mengarahkan agar awak media langsung koordinasi dengan Kasat Reskrim.
“Langsung ke Kasat Reskrim ya. Kami akan tindaklanjuti sesuai prosedur. Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim untuk menindaklanjuti,” tulisnya singkat melalui Chatting WhatsApp orang nomor satu di Mapolres Lamongan itu, kepada wartawan koran ini.
Senada dengan Kapolres Lamongan, Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Rizky Akbar Kurniadi menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan tindaklanjut terkait dugaan aksi pencurian tersebut. “Baik. Trims infonya Kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Disinggung adanya dugaan keterlibatan beberapa oknum, Ajun Komisaris Polisi dibagian Kepala Satuan Reserse Kriminal Mapolres Lamongan itu menyakan, “Siapa oknumnya. Nanti jadi bahan lidik saya,” balasnya tulis AKP Rizky Akbar Kurniadi.
Disampaikan sebelumnya oleh sumber Bidik Nasional (BN), Kabar mulusnya aksi dugaan pencurian Kabel Tanah Tanam Langsung (KTTL), atau kabel primer berisi tembaga aset milik PT. Telkom Indonesia, disepanjang Jalan Babat-Jombang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, tepatnya di Roworejo, diduga ada ada beking dibalik layar atau keterlibatan oknum yang berada dibalik layar mafia yang biasa bergelut di bisnis perdagangan tembaga.
“Meski telah diliput oleh beberapa wartawan dari media on-line maupun cetak, dugaan aksi pencurian yang dilakukan secara berkelompok di setiap Kabupaten di Jawa Timur, tidak ada satupun Polisi yang bisa mengungkap tuntaskan hingga melakukan penangkapan terhadap para pelakunya,” ujar sumber BN.
Menurutnya, untuk mengungkap hingga tuntas bahkan melakukan penangkapan terhadap para pelaku pencurian kabel primer milik PT. Telkom Indonesia, terlalu sulit dilakukan, lantaran sudah atensi.
“Kalau diungkap ataupun dilakukan penangkapan terhadap para pelaku tersebut, sangat sulit. Karena apa, sebelum pencurian itu dilakukan, terlebih dahulu berpamitan kepada pemangku wilayah setempat dengan memberikan atensi,” terang sumber BN yang mewanti-wanti namanya dipublikasikan.
“Belum nanti oknum-oknum yang betugas di lapangan. Juga harus diberikan fee juga. Kalau masalah aksi pencurian kabel primer yang katanya aksinya mulus di Lamongan, saya kurang tau. Informasinya sudah 4 kali kalau main disana (Babat),” sambungnya.
Hingga berita kembali dipublikasikan, wartawan koran ini, masih menunggu keterangan resmi dari Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., maupun Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Rizky Akbar Kurniadi, terkait hasil upaya penyelidikan yang akan dilakukan. (Abd. Rosi/ bersambung edisi berikutnya)



