
Tampak kernet sedang perbaiki roda belakang (kiri) dan rampdoor kapal Haida (kanan). (Foto : Ak/BN)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Celaka yang menimpa truk besar ataupun kecil yang naik ke kapal roll on roll off (Roro) KM Haida menjadi pemandangan mengerikan terjadi setiap keberangkatan dari dermaga Jamrud, Pelabuhan Tg.Perak, Surabaya.
Peristiwa yang mengancam keselamatan barang, kendaraan dan manusia itu Kamis malam tadi (4/12/2025) kejadiannya terulang kembali dari truk besar asal Cilacap Nopol R-8242-QA tujuan Banjarmasin.
Truk besar bermuatan barang kebutuhan sekunder tersebut awalnya tak kuat menaiki rampdoor kapal Haida yang terlalu tinggi apalagi truk sarat muatan praktis bebannya tambah berat, dan momentum rampdoor diperkirakan setinggi 4 meter dengan panjang sekitar 12 meter.
Ketika Wartawan Bidik Nadional ini bertanya kepada kernet yang sedang memperbaiki roda kiri belakang terkait kerusakan truk berkabin hijau itu, mengaku as pendek mengalami patah saat naik kapal Haida. Kenapa sampai bisa patah? Dijawabnya tidak kuat naik, “jembatannya” ketinggian, sedangkan muatannya berat.
Ditanya lagi, as pendek itu berhubungan dengan apa? Kata kernet, berhubungan dengan sistem kinerja roda belakang. “Karena as pendeknya tiba-tiba patah, truknya langsung turun mundur sendiri. Ini gara2 jembatan kapal Haida tinggi”, katanya dengan nada mengeluh.
Petugas polisi yang turut mengatur mobilitas kendaraan yang naik kapal ferry tersebut, dikonfirmasi Wartawan Bidik Nasional terkait peristiwa mengerikan itu, juga mengaku truk besar tersebut mengalami patah as pendeknya.
Kenapa setiap keberangkatan pasti ada truk muatan yang tak sanggup naik ke kapal dengan lambung bertuliskan Timur Mila Utama VII tersebut? Petugas polisi yang tak perlu ditulis namanya itu, hanya menjawab dengan tersenyum tanpa melontarkan satu katapun.
Artinya pemandangan yang dapat mengancam keselamatan truk dan kendaraan lain di darat itu sudah biasa terjadi di kapal roro Haida. Jadi siap berhadapan dengan uji nyali saat melintas di rampdoor Haida Cs dan itu menunjukkan tidak nyaman di darat, mungkin juga ketika berlayar.
Pada waktu menaikkan truk dan kendaraan untuk keberangkatan Haida beberapa waktu yang lalu, polisi tersebut mengungkapkan pula, bahwa kapal Haida pernah “ngdok” tapi mungkin merubah rampdoornya terlupakan.
Pantauan Wartawan ini di Jamrud, hanya kapal Haida Cs yang membuat truk2 terancam keselamatannya saat menaiki rampdoor. Bahkan banyak truk sampai bersuara bak “menangis histeris” saat melintas di rampdoor yang tinggi baik di waktu air pasang ataupun air surut sama saja.
Kenapa memilih kapal roro berampdoor tinggi? Padahal ada kapal rendah rampdoor seperti kapal-kapal ferry mewah DLU selalu lancar melintasi rampdoornya. Jawabannya mungkin terkait beda tarif. Namanya murah minim yang selamat dan nyaman.
Disertai pula pemandangan yang tak ramah lingkungan, sejumlah truk besar dan kecil sampai keluar asap tebal hitam saat naik rampdoor Haida, dan sejumlah orang, petugas lapangan, pengurus kendaraan dll lari terbirit-birit menghindar asap tebal hitam yang keluar dari beberapa truk muatan. Kata mereka, ini disebut “Semeru versi Jamrud”. (Akariem)



