
Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di ruang rapat Sacharosa Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Senin (8/12/2025). (red/BN)

GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Dialog interaktif sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang dilaksanakan di ruang rapat Sacharosa Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Senin (8/12/2025) terpantau ramai dan saling berebut saat peserta menyampaikan pertanyaan kepada pemateri.
Tercatat beberapa pertanyaan diajukan anggota Komunitas Pasar Tani Binaan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, diantaranya bagaimana cara mendaftar BPJS Ketenagakerjaan?, apa saja manfaat yang didapat?, bagaimana proses klaim jika terjadi kecelakaan kerja?, Apa klaim jaminan kematian, apakah berhak peserta yang telat membayar lebih dari tiga bulan mengajukan klaim kecelakaan atau kematian?, apakah dijamin pembiayaan peserta informal jika mengalami kecelakaan di luar kota?, bagaimana teknis perubahan data yang salah pada kartu peserta? dan masih banyak lagi pertanyaan yang dilontarkan peserta.
Mewakili BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Sukadi mengapresiasi bahwa, pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan ketertarikan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan.
Diterangkan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan kematian. Dalam hal jaminan kematian, ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar Rp42 juta. Selain pada peserta informal seperti kelompok pedagang atau UMKM ada program beasiswa untuk anak bagi peserta yang meninggal ketika kerja dan anak masih bersekolah sampai jenjang perguruan tinggi (S1).
Lebih jauh Sukadi membeberkan, BPJS Ketenagakerjaan pun menawarkan beberapa manfaat penting bagi pekerja, termasuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) perlindungan finansial jika terjadi kecelakaan kerja, Jaminan Hari Tua (JHT) tabungan hari tua yang dapat diambil saat pensiun, Jaminan Pensiun (JP) pendapatan bulanan setelah pensiun dan Jaminan Kematian (JKM) santunan bagi ahli waris jika peserta meninggal.
“Manfaat ini membantu melindungi pekerja dan keluarga dari risiko finansial akibat kecelakaan, penyakit, atau kematian,” sebutnya.
Sukadi menjelaskan, sistem BPJS Ketenagakerjaan berprinsip “saling membantu” dan dirancang untuk memberikan perlindungan berdasarkan iuran yang aktif dibayarkan. Iuran dari seluruh peserta aktif digunakan untuk membayar klaim bagi yang membutuhkan saat ini (misalnya JKK atau JKM).
Ketika seseorang status kartunya nonaktif, kontribusinya ke dalam dana kolektif terhenti, sehingga perlindungan risiko jangka pendek/saat itu juga (seperti JKK) juga terhenti. Namun, dana yang sudah menjadi hak individu (JHT) tetap aman dan bisa diklaim.
“Jadi, meskipun ada batasan untuk beberapa jaminan, peserta nonaktif tetap memiliki hak atas “tabungannya” (JHT),” ucapnya.
Jika peserta meninggal dunia saat masih aktif, ahli warisnya berhak mengajukan klaim. Jika peserta meninggal dalam masa nonaktif, klaim mungkin tetap bisa diproses tergantung pada kapan terakhir iuran dibayarkan dan penyebab kematiannya, namun ketentuannya harus lebih spesifik.
Oleh sebab itu Sukadi menegaskan, Proses klaim akan diproses oleh BPJS Ketenagakerjaan dan manfaat akan dibayarkan kepada peserta atau ahli waris.
Sementara, Dewi Julianti Surya Putra, Ketua Komunitas Pasar Tani dan UMKM Bersatu, berharap edukasi BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan perlindungan bagi para pelaku UMKM.
BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka dalam menjalankan usahanya.
“Mereka ingin memahami lebih lanjut tentang manfaat dan proses BPJS Ketenagakerjaan sebelum mendaftar. Edukasi dan sosialisasi yang tepat dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih tepat,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan membagikan kartu kepesertaan anggota Komunitas Pasar Tani yang telah mendaftar sebelumnya.
Kehadiran perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik dan Agoes Irian Koesmintarto sebagai pembina menunjukkan dukungan dan komitmen terhadap pengembangan UMKM dan perlindungan sosial bagi para pelaku usaha.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi 55 anggota UMKM yang hadir,” ucap Agoes Irian Koesmintarto menjawab pertanyaan awak media usai acara tersebut digelar. (red)



