GRESIKJATIM

Bertahan dengan Hemodialisa: Dukungan JKN dan Komunitas Jadi Sumber Kekuatan

Aang Khunaifi (ist/BN)

GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Menjalani hemodialisa menjadi rutinitas yang penuh tantangan bagi pasien penyakit ginjal kronis. Hal ini juga dirasakan oleh Aang Khunaifi (41), peserta JKN yang bergantung pada terapi dialisis untuk menjaga kondisi kesehatannya. Dari hal tersebut, Aang menjadikan dukungan dari sesama pasien sebagai sumber kekuatan utama.

“Para anggota komunitas saling berbagi pengalaman, memberi semangat, dan saling mengingatkan untuk menjaga pola makan serta menjalani hidup sehat. Di sini rasanya saya punya keluarga baru. Kalau sedang lelah, teman-teman komunitas selalu saling menguatkan,” ucap Aang, Kamis (11/12).

Aang merasakan bahwa kebersamaan dengan sesama pasien memberikan dampak besar bagi kesehatan mentalnya. Baginya, perjalanan menghadapi penyakit ginjal kronis terasa lebih ringan ketika dilakukan bersama-sama.

“Kadang tubuh capek, pikiran capek. Tapi kalau sudah ngobrol dengan teman-teman, rasanya lebih semangat lagi,” tuturnya.

Komunitas pasien hemodialisa di RS Semen Gresik rutin mengadakan pertemuan untuk saling berbagi cerita, memberi motivasi, dan mengingatkan pentingnya disiplin berobat. Dukungan ini membantu banyak pasien merasa lebih kuat secara mental. Program JKN juga menjadi tumpuan utama mereka dalam menjalani terapi jangka panjang, karena tanpa jaminan tersebut biaya cuci darah dapat menjadi beban berat bagi keluarga.

“JKN sangat membantu. Saya bisa fokus berobat tanpa harus memikirkan biaya yang besar,” ujar Pria yang berdomisili di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Aang merasakan manfaat besar dari program JKN, terutama dalam hal efisiensi layanan. Ia mengungkapkan bahwa sistem administrasi kini jauh lebih mudah berkat layanan berbasis aplikasi.

“Dari mulai pendaftaran hingga kontrol terapi sudah jadi satu, semua ada di aplikasi. Kalau dulu harus berangkat subuh buat ambil antrean, sekarang sudah online semua lewat Aplikasi Mobile JKN,” katanya.

Aang berharap ke depan Program JKN terus dipertahankan dan semakin ditingkatkan. Menurutnya, dukungan jaminan kesehatan yang kuat serta keberadaan komunitas sesama pasien menjadi dua pilar penting yang membuatnya mampu menjalani hari-hari yang penuh tantangan.

“Dengan adanya JKN dan komunitas ini, saya merasa lebih kuat. Selain itu juga lebih semangat menjalani banyaknya perubahan gaya hidup, mulai dari yang sebelumnya dianjurkan untuk mengonsumsi air dalam jumlah banyak kini harus dibatasi, hingga pembatasan terhadap konsumsi buah dan sayur yang sebelumnya justru dianjurkan dan banyak lainnya. Oleh karenanya, komunitas dan JKN ini adalah alasan saya tetap bertahap sampai saat ini,” tutupnya. (rn/qa/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button