ADVERTORIALARTIKEL

Gerakan Edukasi Siaga Bencana Gempa Bumi dan Banjir pada Anak SD di Surabaya

Oleh:

Suis Wara Diyah Rumanti

Prof. dr. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., Sp.KKLP., M.MB., Ph.D., Subsp.FOMC.

Wilda Dinda Saputri

Marsha Auratul Riskiyawati

Agnes Guerini Ezekiel

Aurea Minerva I

Kanaya

Zuhra I

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti gempa bumi dan banjir. Kondisi geografis yang berada di jalur cincin api serta perubahan iklim yang semakin terasa membuat risiko bencana terus meningkat. Kota Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia juga tidak terlepas dari ancaman tersebut, terutama banjir saat musim hujan dan potensi gempa bumi. Dalam kondisi ini, anak-anak Sekolah Dasar (SD) menjadi kelompok yang paling rentan ketika bencana terjadi. Anak-anak seringkali belum memahami apa yang harus dilakukan, mudah panik, dan belum memiliki pengetahuan dasar tentang keselamatan diri. Padahal, keselamatan anak merupakan bagian penting dalam pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Oleh karena itu Gerakan Edukasi Siaga Bencana Gempa Bumi dan Banjir pada Anak SD yang merupakan bagian dari proyek kepemimpinan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur di bawah arahan dosen pembimbing, menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memberikan edukasi kebencanaan sejak dini. Melalui pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan usia anak, kegiatan ini tidak hanya bertujuan melindungi anak dari risiko bencana, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas, keselamatan, dan ketangguhan masyarakat.

Gerakan Siaga Bencana pada Anak SD dilaksanakan melalui kegiatan edukasi “Gerakan Siaga Bencana Banjir & Gempa Bumi : Aku Anak Siaga Gempa” di SDN Rungkut Kidul 1, Surabaya. Kegiatan ini dirancang khusus untuk siswa kelas 2 SD dengan metode pembelajaran yang interaktif agar materi mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak.

Anak-anak diperkenalkan dengan pengertian gempa bumi dan banjir menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Gempa bumi dijelaskan sebagai getaran tanah, seperti ketika meja digoyangkan, sedangkan banjir dijelaskan sebagai kondisi ketika air dalam jumlah banyak menutupi jalan dan rumah yang biasanya kering. Penjelasan ini membantu anak-anak memahami bencana tanpa rasa takut.

Agar materi lebih mudah diingat, edukasi disampaikan melalui lagu gempa. Lagu ini mengajarkan langkah penting saat gempa terjadi, seperti melindungi kepala, menjauhi kaca, berlindung di bawah meja, tetap tenang, dan segera menuju tempat terbuka. Dengan bernyanyi bersama, anak-anak dapat menghafal langkah penyelamatan diri secara alami.

Selain itu, anak-anak juga diajak melakukan tepuk banjir yang menggambarkan penyebab dan dampak banjir, seperti penebangan pohon dan hutan gundul hingga air meluap dan menghanyutkan barang. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar cara menghadapi banjir, tetapi juga mulai memahami pentingnya menjaga lingkungan.

Materi dilanjutkan dengan penjelasan tentang hal-hal yang harus dilakukan saat banjir, seperti mematikan listrik, menyiapkan tas siaga, tidak bermain air banjir, serta mengikuti arahan guru dan orang tua. Anak-anak juga dikenalkan dengan isi tas siaga bencana agar mereka terbiasa berpikir siap dan waspada.

Kegiatan semakin menarik dengan adanya ice breaking, tanya jawab, dan praktik langsung. Anak-anak diberi kesempatan untuk mempraktikkan langkah penyelamatan diri, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teori, tetapi juga pengalaman nyata. Pendekatan interaktif ini membuat anak-anak lebih aktif, berani, dan mudah mengingat materi. Edukasi kebencanaan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk sikap disiplin, tanggap, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

Gerakan Edukasi Siaga Bencana Gempa Bumi dan Banjir pada Anak SD ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada keterampilan hidup yang sangat penting, yaitu keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Anak-anak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Gerakan ini juga mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena mengajarkan anak-anak tentang dampak lingkungan terhadap bencana, seperti banjir akibat hutan gundul dan curah hujan tinggi. Edukasi ini menumbuhkan kesadaran anak untuk peduli terhadap lingkungan serta memahami pentingnya upaya pencegahan dan adaptasi terhadap perubahan iklim sejak usia dini.

Dengan demikian, edukasi siaga bencana pada anak SD bukan hanya kegiatan pembelajaran biasa, tetapi juga bagian dari upaya global dalam menciptakan generasi yang sadar lingkungan, tangguh terhadap bencana, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Gerakan Edukasi Siaga Bencana Gempa Bumi dan Banjir pada Anak SD merupakan langkah nyata dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Melalui pendekatan interaktif seperti lagu gempa, tepuk banjir, simulasi, dan permainan edukatif, anak-anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pencapaian SDGs dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Dengan membekali anak-anak sejak dini, kita sedang menanamkan fondasi bagi terciptanya masyarakat yang lebih aman, peduli, dan berkelanjutan di masa depan.

Referensi

Amri, M. R., Yulianti, G., Yunus, R., Wiguna, S., Adi, A. W., & Ichwana, A. N. (2021).

Risiko Bencana Indonesia.

UNESCO & UNICEF. (2022). Comprehensive School Safety Framework 2022-2030.

Paris: UNESCO.

 

United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). (2022). Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction (GAR 2022): Our World at Risk: Transforming Governance for a Resilient Future. Geneva: UNDRR.

Oktari, R. S., Shiwaku, K., Munadi, K., & Shaw, R. (2020). “Knowledge, attitude, and practices of school children towards disaster risk reduction and preparedness in Aceh, Indonesia”. International Journal of Disaster Risk Reduction, 51, 101848.

Priyanto, A., & Sari, D. P. (2023). “Edukasi Kebencanaan Melalui Media Lagu dan Permainan untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Anak Usia Sekolah Dasar di Daerah Rawan Bencana”. Jurnal Pendidikan Dasar, 15(1), 45-60.

Amri, A., Bird, D. K., Ronan, K., Haynes, K., & Towers, B. (2020). “Disaster risk reduction education in Indonesia: challenges and recommendations for scaling up”. Natural Hazards and Earth System Sciences, 20(3), 833-845.

Kurniawan, H., & Firdaus, R. (2024). “Membangun Ketangguhan Bencana Sejak Dini: Analisis Program ‘Sekolah Siaga Bencana’ di Kota Surabaya”. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA dan Lingkungan Hidup, 2(1), 112-120. (Wot/adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button