JATIMSIDOARJO

Dianggarkan Rp58 Miliar, Masterplan SERASI Strategi Atasi Banjir di Sidoarjo

Pemaparan Masterplan SERASI di Kantor Opsroom Sekda Sidoarjo. (Foto: ist)

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Bupati Sidoarjo Subandi memaparkan kebijakan strategis pembangunan Kabupaten Sidoarjo untuk periode 2025–2029. Kebijakan tersebut tertuang dalam masterplan penataan kota Kabupaten Sidoarjo.

Masterplan itu mencakup sejumlah fokus utama. Di antaranya penanggulangan banjir, pembangunan infrastruktur jalan, rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan, serta revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH).

Paparan tersebut disampaikan Bupati Subandi di Ops Room Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Selasa (6/1/2026).

Dalam kegiatan itu, hadir seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Turut mendampingi, Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati dan Kepala Bappeda M. Ainur Rahman, serta para Asisten Bupati.

Masterplan pembangunan tersebut disusun oleh tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tema yang diusung adalah “Menuju Sidoarjo yang SERASI”, singkatan dari Sentosa, Ekologis, Resilien, Aksesibel, Sinergis, dan ber-Identitas.

Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah penanggulangan banjir. Kabupaten Sidoarjo memiliki karakteristik sebagai kota delta dengan banyak afvour dan sungai.

Selain itu, posisi geografis Sidoarjo yang berdekatan dengan kawasan pantai di wilayah timur turut memengaruhi kondisi hidrologi daerah.

“Sidoarjo memiliki tantangan geografis yang unik,” ujar Subandi.

Ia menjelaskan, banjir di Sidoarjo seringkali disebabkan oleh luapan sungai dan pasang air laut. Karena itu, penanganannya memerlukan kewaspadaan tinggi serta dukungan anggaran yang besar.

Baca Juga : Perpusda Sidoarjo Catat Kenaikan Pengunjung Sepanjang 2025

Masterplan SERASI Sidoarjo
Bupati Sidoarjo, H Subandi (tengah). (Foto: ist)

Saat ini, penganggarannya berkisar Rp 58 miliar. Oleh sebab itu, masterplan menjadi instrumen penting untuk menentukan skala prioritas.

“Ibarat mengobati orang sakit, kita harus diagnosis dulu penyebabnya melalui masterplan ini,” kata Subandi.

Dengan pemetaan masalah yang detail, Pemkab Sidoarjo dapat menentukan titik-titik penanganan banjir setiap tahun sesuai kemampuan anggaran.

Untuk jangka pendek, strategi yang dilakukan meliputi normalisasi dan pengerukan sungai. Tujuannya mengembalikan fungsi dan kapasitas sungai serta afvour sebagai saluran primer.

Selain itu, perbaikan drainase sekunder dan tersier juga menjadi prioritas awal. Sementara strategi jangka menengah dan panjang mencakup rehabilitasi saluran drainase, pembangunan rumah pompa, serta penyediaan infrastruktur tampungan air.

Beberapa di antaranya berupa pembangunan tanggul dan storage area, khususnya di wilayah Kecamatan Tanggulangin.

Dalam jangka panjang, Pemkab juga menyiapkan kebijakan tata ruang. Salah satunya penertiban bangunan liar dan kewajiban pengembang menyediakan storage area sebagai syarat perizinan.

Bupati Subandi menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan banjir. Edukasi dan gotong royong membersihkan saluran di tingkat RT, RW, desa, hingga kelurahan menjadi kunci.

“Dengan adanya grand design ini, kita punya tahapan yang jelas. Harapannya, ada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dari tahun ke tahun,” tegas Bupati Subandi.

Laporan : Teddy Syah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button