
Ratusan Pengurus Takmir Masjid, saat Rakor di Masjid Agung. (Foto: ist)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Bertujuan menggandeng jamaah untuk mewujudkan kesejahteraan umat, Pengurus Lembaga Takmir Masjid (LTM) MWC NU Sidoarjo Kota menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Manajemen Masjid.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Sidoarjo, Ahad (11/1/2026), dan diikuti ratusan pengurus takmir masjid se-Kecamatan Sidoarjo.
Rais MWC NU Sidoarjo, KH M. Nasikhin, SAg, merespons positif pelaksanaan Rakor yang digagas LTM MWC NU Sidoarjo tersebut.
Menurutnya, keberadaan masjid tidak hanya sebagai sarana ibadah semata, namun juga harus mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dalam memakmurkan dan mensejahterakan umat.
“Pengurus takmir dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman dengan meningkatkan keilmuan, khususnya dalam manajemen masjid,” ujar Kiai Nasikhin.
Didampingi Ketua LTM MWC NU Sidoarjo, Abdul Basir, SAg, ia berharap para takmir mampu membangun kesadaran umat secara kolektif.
Pengurus masjid, lanjutnya, perlu mengoptimalkan fungsi dan sumber daya umat dengan membangun visi, misi, serta program yang jelas dan terarah sesuai amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Materi teknis disampaikan oleh Dr. KH Sholeh Qosim, yang mengajak pengurus takmir memiliki empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar masjid.
Ia menekankan konsep keselamatan dunia dan akhirat dapat diinisiasi dari peran aktif pengurus dan jamaah masjid dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera.
“Takmir harus mampu merespons kebutuhan warga di sekitar masjid. Idealnya, radius 50 hingga 100 meter dari masjid merasakan manfaat nyata dari program dan keberadaannya,” ungkap Kiai Sholeh.
Menurutnya, pengurus takmir juga harus memiliki kharisma dan keteladanan, membentengi akidah, menjadi rujukan fiqih, menghidupkan musyawarah, serta membangun solidaritas jamaah.
Ia menambahkan, pengelolaan masjid harus linier dengan potensi yang dimiliki, termasuk pengembangan ekonomi umat melalui pemanfaatan aset masjid guna menunjang program dan kesejahteraan jamaah.
“Ada masjid memiliki lahan disewakan untuk ruko, stan. Malah, ada masjid dari program ekonomi bisa membikin air mineral kemasan dari sumber yang secara laboratorium memberikan nilai positif. Dananya untuk menunjang program masjid dan kesejahteraan umat,” pungkasnya.
Laporan : Teddy Syah



