JATIMMADIUN

Skrining Riwayat Kesehatan, Mengubah Cara Awawina Memandang Hidup Sehat

Awawina (ist/BN)

MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Awawina (32) masih ingat betul hari itu di sela kesibukan mengurus rumah dan pekerjaan, ia duduk sambil menggenggam gawainya. Tak ada keluhan serius, tak ada rasa sakit dalam tubuhnya yang mengganggu. Namun, rasa lelah yang datang dalam waktu belakangan ini membuatnya berpikir apakah tubuhnya benar-benar dalam kondisi sehat.

Berawal dari rasa penasaran, Awawina yang merupakan peserta JKN dari Kabupaten Madiun itu membuka Aplikasi Mobile JKN dan mencoba fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Ia tidak menyangka, beberapa pertanyaan sederhana justru membuatnya berhenti sejenak dan merenung. Pola makan yang sering terlewat, jarangnya berolahraga, serta waktu istirahat yang tidak teratur perlahan terasa nyata ketika hasil skrining riwayat kesehatan muncul di layar gawainya.

“Ketika melihat hasilnya, rasanya seperti diingatkan dengan cara yang halus. Bukan menakutkan, tapi cukup membuat saya berpikir, ternyata selama ini saya kurang peduli terhadap diri sendiri,” cerita Awawina Jumat (09/01) saat ditemui di kediamannya.

Selama ini, Awawina menganggap bahwa sehat itu berarti tidak sakit. Padahal, dari skrining riwayat kesehatan tersebut ia dapat mengetahui adanya potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai sejak dini. Menurutnya, hasil tersebut bukanlah vonis akan tetapi sebuah pengingat bahwa perubahan kecil yang dilakukan akan membawa perubahan yang lebih baik.

“Saya menjadi lebih tenang, setidaknya saya tahu kondisi saya dan bisa mulai memperbaiki kebiasaan. Kalau kita sehat, tentu keluarga juga ikut merasakan dampaknya dan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga,” tambahnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menyampaikan bahwa skrining riwayat kesehatan merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif BPJS Kesehatan agar peserta JKN tidak hanya memanfaatkan Program JKN pada saat sakit, tetapi juga aktif menjaga kesehatan ketika sehat. Melalui pemanfaatan fitur Skrining Riwayat Kesehatan pada Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan mengajak peserta JKN untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu.

“Menjaga kesehatan bisa dimulai dari langkah sederhana, mengenali diri sendiri, dan sudah saatnya mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depan dimulai dengan melakukan skrining riwayat kesehatan. Dengan mengetahui potensi risiko sejak dini, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memperbaiki gaya hidup dan mencegah penyakit berkembang,” kata Ita.

Ita menambahkan bahwa dalam skrining riwayat kesehatan, jika hasilnya tidak berisiko maka harapannya peserta JKN tetap menjaga pola hidup sehat, rajin berolahraga dan tetap dapat melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui telekonsultasi atau kunjungan langsung ke FKTP apabila diperlukan. Namun jika hasil skrining riwayat kesehatan menunjukkan hasil berisiko, maka peserta dapat melakukan konsultasi dengan dokter di FKTP melalui telekonsultasi atau kunjungan langsung ke FKTP dan melakukan pemeriksaan lanjutan di FKTP.

Melalui pemanfaatan skrining riwayat kesehatan, BPJS Kesehatan mengajak peserta JKN untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu. Karena menjaga kesehatan bisa dimulai dari langkah sederhana, mengenali diri sendiri, dan mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depan (rn/tk/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button