
BANGKALAN, BIDIKNASIONAL.com – Dugaan kasus rudapaksa di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, sulit terungkap oleh aparat Kepolisan. Korban yang diketahui masih dibawah umur, ingin pelaku secepatnya ditangkap guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya.
Data dihimpun wartawan koran ini, peristiwa dugaan kasus rudapaksa yang dilakukan secara bergilir, terjadi pada hari Senin tanggal 3 November 2025, sekira pukul 00.15 Wib, di sebuah Gudang, beralamat di Desa Katol Timur, Kecamatan Kokop.
Menurut pengakuan Mawar (nama samaran korban), kejadian naas dialaminya, berawal ajakan jalan-jalan oleh dua pria masing-masing berinisial A dan E asal Bangkalan, dengan alasan menonton aksi pertunjukan balap motor diwilayah Kokop.
“Pada sabtu malam minggu, saya diajak jalan-jalan menuju wilayah Kokop, rencana mau melihat balap motor. Cuman yang saya kenal hanya A, setelah disana saya merasa bingung kok saya dibawa ke rumah kosong,” ucap Mawar, dalam keterangannya.
Dengan merasa takut dan nyawa terancam. Mawar yang masih belia dan duduk di bangku Sekolah Menegah Pertama (SMP), mau tidak mau, harus melayani aksi kelakuan biadab dari A dan E.
“Keduanya, menodongkan sebuah senjata tajam (Sajam). Dengan rasa takut serta nyawa saya terasa terancam, mau tidak mau, saya pasrahkan kesucian saya untuk diregut oleh A dan E,” tutur Mawar.
“Usai melayani nafsu bejat A dan E, saya diantar pulang dan berpesan agar jangan sampai bercerita kesiapapun atau pihak keluarga,” sambung Mawar.
Terkejut dengan pengakuan Mawar. Sang kakak yakni AH, langsung membuat laporan ke Mapolres Bangkalan, guna meminta keadilan dan diberikannya surat bukti laporan oleh Polisi.
Meski surat laporan Polisi tertulis tanggal 3 November dengan nomor LP/B/226/XI/2025/SPKT/ Polres Bangkalan/ Polda Jatim. Dengan surat perintah penyidikan nomor S.P Dik/352/XII/Res.1.24./Satreskrim tanggal 2 Desember 2025, hingga kini pihak Kepolisian belum bisa mengamankan para pelaku.
Sementa itu, Aiptu Priyanto selaku penyidik dalam perkara tersebut, pihaknya mengakui bahwa hasil visum sudah keluar dan sulit untuk mengamankan para pelaku karena korban hanya kenal dijalanan.
“Alhamdulillah hasil visumnya sudah keluar dan positif korban ini diasusila, untuk Handphone korban memang saya bawa. Tinggal mengamankan saja, dan kedua pelaku ini agak sulit lantaran korban dan pelaku ini kenalnya dijalanan. Untuk informasi sudah saya sampaikan ke tim lapangan unit PPA, bahwa inisial A dan E ini orang Katol Timur dan tampang foto tersangka sudah saya kasihkan ke tim bagian dilapangan,” terangnya.
Pewarta – Abd. Rosi


