GROBOGANJATIM

Hasil Pemeriksaan Lab Keracunan MBG Ratusan Orang di Grobogan Disebabkan Terkontaminasi Bakteri E-Coli

Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo (Foto: Heru Budianto/BN)

GROBOGAN, BIDIKNASIONAL.com – Kejadian keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang baru-baru ini terjadi, diketahui disebabkan oleh kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli). Hal ini disampaikan Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Grobogan, Sugeng Prasetyo, kepada awak media di kantornya pada Selasa (20/1/2026).

Dari Hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, menunjukkan adanya bakteri tersebut pada sampel air minum serta beberapa menu makanan yang disajikan dari dapur Satuan Pemasaran Pangan dan Gizi (SPPG) Kuwaron Gubug. Menu yang terkonfirmasi positif E-Coli antara lain air minum, nasi kuning, telur dadar, lalapan selada, lalapan timun, dan tempe keripik.

Sebanyak 804 penerima manfaat melaporkan mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, diare, pusing, dan lemas. Dari jumlah tersebut, 116 orang harus menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit.

Tim kesehatan lingkungan dan surveilans Dinas Kesehatan Grobogan telah melakukan penyelidikan epidemiologi, investigasi kesehatan lingkungan, serta pengambilan sampel untuk mendukung penanganan kasus.Kelontong.

Pemkab Grobogan melalui Satgas MBG telah memberikan penanganan medis kepada seluruh korban. Selain itu, pembinaan dan pengawasan terhadap higiene dan sanitasi di SPPG Kuwaron diperketat secara serius.

“Kami memastikan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di setiap SPPG, termasuk kewajiban menggunakan siklus menu selama 7 hingga 10 hari,” ujar Sugeng.

Selain itu, Sugeng menegaskan bahwa pemerintah daerah juga akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta seluruh SPPG di Kabupaten Grobogan untuk mencegah kejadian serupa. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan makanan dan minuman, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keseharian.

Laporan : Heru Budianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button