JATIMMOJOKERTO

Proyek Gedung Koperasi Desa Merah Putih Mojokerto Jadi Sorotan 

Cak Topa: Jangan Nodai Niat Baik Presiden

Proyek gedung Koperasi Desa Merah Putih di Mojokerto dan Cak Topa. (Foto: Husnan/BN)

MOJOKERTO, BIDIKNASIONAL.com –  Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah berlangsung di wilayah Kabupaten Mojokerto, mulai dari Kecamatan Kutorejo, Bangsal, hingga Mojoanyar, menuai kritik tajam. Mohammad Musthofa, yang akrab disapa Cak Topa, menyoroti adanya indikasi kurangnya transparansi dan pengabaian standar keselamatan kerja dalam proyek tersebut.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Cak Topa menemukan sejumlah papan nama proyek yang tidak mencantumkan nilai anggaran secara jelas. Papan tersebut hanya menuliskan kalimat “Akan Dibangun Gedung KDMP” tanpa rincian biaya atau identitas kontraktor pelaksana yang detail.

“Proses pembangunan ini terkesan kurang transparan dan tidak terbuka. Kami berharap niat baik pemerintah pusat atau Presiden Prabowo Subianto jangan sampai dinodai oleh hal-hal yang remeh-temeh,” tegas Cak Topa kepada media.

Cak Topa juga memberikan perhatian khusus kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) sebagai pihak utama yang bertanggung jawab. Perusahaan ini merupakan bagian dari holding BUMN pangan di bawah naungan Danantara yang dibentuk awal 2025 hasil transformasi PT Yodya Karya.

PT Agrinas diketahui memegang mandat membangun 80.000 unit gerai dan gudang KDMP di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan TNI untuk mempercepat infrastruktur ekonomi pedesaan. Namun, pelaksanaan di lapangan justru memicu tanda tanya di kalangan pengusaha lokal Mojokerto.

Selain masalah transparansi anggaran, Cak Topa menyoroti upah pekerja yang dinilai asal-asalan serta pengabaian standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Para pekerja di lokasi terpantau tidak menggunakan alat pelindung diri (safety).

“Jika ingin tujuannya tercapai, harusnya bisa memberikan contoh yang baik. Saya akan terus memantau proyek ini,” tandasnya.

Saat awak media melakukan penelusuran ke lokasi proyek, para pekerja mengaku menjalankan instruksi berdasarkan petunjuk dari anggota TNI-AD atau anggota Koramil setempat.

Guna melakukan verifikasi lebih lanjut, awak media mencoba menemui Komandan Kodim 0815 Mojokerto pada Kamis (05/02/2026). Namun, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat karena tengah berada di Jakarta. Pihak petugas Kodim mengarahkan untuk menjadwalkan ulang pertemuan guna konfirmasi resmi. (Husnan)

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button