GARUTJABAR

Sosdap MPR RI, Hoerudin Jelaskan Pentingnya Gotong Royong

KAB. GARUT, BIDIKNASIONAL.com – Gotong royong merupakan salah satu nilai yang dapat membantu memperkuat Empat Pilar Kebangsaan dan membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Hal tersebut diungkapkan Anggota MPR RI, Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., MH saat dirinya menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, di Tarogong, Kab. Garut, Minggu siang, 8 Februari 2026.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar sebagai media Sosdap MPR RI tersebut diikuti warga Tarogong penuh antusias. Bahkan sebagian warga tampak sudah memenuhi tempat duduk yang disediakan sebelum acara dimulai.

Muhammad Hoerudin yang merupakan Anggota Komisi X DPR RI saat itu mengurai terkait falsafah gotong royong dalam Empat Pilar Kebangsaan.

“Gotong royong meruoakan budaya kerja sama, saling tolong-menolong, dan bahu-membahu secara sukarela antar individu atau kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Karenanya tradisi ini berakar kuat di Indonesia sebagai bentuk kepedulian sosial, kebersamaan, dan solidaritas, tanpa mengutamakan kepentingan pribadi, serta relevan dalam menjaga kekompakan di era modern,” jelasnya.

Lantas, menurut Hoerudin, gotong royong erat kaitannya dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan. Sebab dalam Pancasila, gotong royong merupakan salah satu nilai yang terkandung dalam sila ketiga, yaitu “Persatuan Indonesia”.

“Gotong royong membantu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Dalam UUD 1945 pun, terangny, gotong royong terkait dengan Pasal 27 ayat (3) UUD 1945, yang menyatakan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Bahwa gotong royong merupakan salah satu bentuk partisipasi warga negara dalam membangun negara.

“Dari NKRI, sikap gotong royong adalah membantu memperkuat kesatuan dan persatuan wilayah NKRI. Dan dengan gotong royong, masyarakat dapat bekerja sama dalam membangun dan memelihara infrastruktur dan lingkungan hidup,” tegasnya.

Begitu juga dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong merupakan salah satu contoh nyata dari semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yaitu “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

“Gotong royong menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia dapat bekerja sama dan saling membantu meskipun memiliki perbedaan suku, agama, dan budaya,” paparnya. (Zaen*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button