BANJARJABAR

Akses Vital Antar Desa Terancam, Warga Desa Sindangsari Minta Penanganan Diperluas

BANJAR, BIDIKNASIONAL.com – Kerusakan bronjong akibat tergerus derasnya aliran sungai mengancam keberadaan jembatan penghubung antar desa di Dusun Sindangjaya, Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kondisi ini dinilai sangat membahayakan karena jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat umum yang menghubungkan dua desa serta menjadi jalur utama aktivitas warga.

Ketua RT 09 RW 01 Dusun Sindangjaya, Tarsono, menyampaikan kekhawatiran warga atas kondisi bronjong yang terus mengalami pengikisan. Menurutnya, jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, kerusakan berpotensi meluas dan mengancam keselamatan pengguna jembatan.

“Kami berharap penanganan dilakukan secepat mungkin dan tidak setengah-setengah. Ini akses vital masyarakat umum. Kalau sampai jembatan terdampak, dampaknya sangat besar,” ujar Tarsono.

Kerusakan bronjong tersebut diduga kuat akibat derasnya arus Sungai Ciputra Haji saat debit air meningkat. Aliran sungai yang kuat menggerus bagian bawah bronjong hingga menyebabkan struktur penahan tanah melemah dan berpotensi mengancam pondasi jembatan.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, BBWS Citanduy bergerak menurunkan jajaran ke lapangan. Pengawas lapangan, Sulung langsung melakukan pengecekan teknis dan pemantauan kondisi kerusakan di lokasi terdampak.

Dari hasil pemantauan tersebut, Satuan Kerja BBWS Citanduy bersama PPK SDA OP 3 segera mengambil langkah penanganan. PPK SDA OP 3, Haji Ijang, melalui Pelaksana Teknis Lapangan (Peltek) Ali menginstruksikan agar dilakukan perbaikan secepat mungkin tanpa menunggu waktu lama.

Instruksi tersebut ditujukan kepada pelaksana pekerjaan yang profesional penuh dedikasi, untuk segera melakukan perbaikan bronjong yang terguras. Penanganan difokuskan pada penguatan struktur bronjong agar mampu menahan tekanan arus sungai dan mencegah kerusakan lanjutan.

Selain meminta perbaikan segera, masyarakat melalui golongan dan RT setempat juga menyampaikan aspirasi agar penanganan tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan diperluas ke beberapa lokasi lain yang dinilai rawan dan sudah mulai mengalami pengikisan.

Menurut warga, terdapat beberapa titik di sepanjang aliran sungai yang kondisinya hampir serupa dan dikhawatirkan akan mengalami kerusakan jika tidak segera diantisipasi. Oleh karena itu, masyarakat berharap adanya penambahan lokasi penanganan bronjong sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

“Kami minta jangan hanya satu titik saja. Di bagian lain juga sudah mulai tergerus. Kalau bisa sekalian ditambah lokasi penanganannya supaya aman ke depannya,” ungkap salah seorang warga.

Warga mengapresiasi sinergi antara BBWS Citanduy, PPK SDA OP 3, pengawas lapangan, dan pihak pelaksana yang sigap turun ke lokasi.

Namun masyarakat menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dan pekerjaan sesuai standar teknis agar hasil perbaikan benar-benar kuat dan tahan lama.

Dengan adanya respons cepat serta aspirasi warga yang disampaikan secara langsung melalui RT dan golongan masyarakat, diharapkan penanganan bronjong di Desa Sindangsari tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mampu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap infrastruktur vital dan keselamatan masyarakat di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. (ASEP SUJANA)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button