
CIAMIS, BIDIKNASIONAL.com – Pekerjaan pembangunan saluran irigasi (sier) di Dusun Sukaharja, Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis akhirnya terealisasi. Pembangunan saluran dengan panjang kurang lebih 30 meter tersebut menjadi solusi penting bagi warga setempat dalam mengatasi kerusakan saluran air akibat bencana yang sebelumnya terjadi di wilayah tersebut.
Pembangunan ini dilaksanakan sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi saluran irigasi yang rusak dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, baik terhadap lahan pertanian maupun lingkungan pemukiman warga. Saluran tersebut memiliki fungsi vital sebagai jalur utama aliran air untuk kebutuhan pertanian dan pengendalian limpasan air saat intensitas hujan tinggi.
Salah seorang warga Dusun Sukaharja, Sakim, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas terealisasinya pembangunan saluran irigasi tersebut. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada BBWS Citanduy, khususnya Satker SDA OP 3, PPK PA Haji Ijang, serta pelaksana lapangan Ali, yang telah merealisasikan pembangunan sesuai harapan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami sebagai warga sangat berterima kasih. Saluran ini sangat dibutuhkan karena sebelumnya kondisinya rusak dan dikhawatirkan akan berdampak pada sawah dan lingkungan sekitar. Sekarang aliran air sudah kembali normal,” ujar Sakim saat ditemui di lokasi pekerjaan.
Menurut keterangan warga, sebelum dilakukan pembangunan, kondisi saluran irigasi di Dusun Sukaharja cukup memprihatinkan. Kerusakan akibat bencana menyebabkan aliran air tidak terkendali, bahkan berpotensi menggerus tanah di sekitar saluran. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kerusakan yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.
Pembangunan saluran irigasi tersebut pun disambut positif oleh warga lainnya. Mereka menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warga Dusun Sukaharja.
Selain itu, warga juga menyoroti peran Ibu Wulan yang dinilai cepat dalam merespons kondisi darurat di lokasi tersebut. Respons cepat dalam penanggulangan bencana menjadi salah satu faktor utama sehingga proses pembangunan dapat segera direalisasikan tanpa menunggu waktu lama.
“Penanganannya cepat, begitu ada laporan langsung ditindaklanjuti. Kami merasa diperhatikan,” ungkap salah seorang warga lainnya.
Dengan selesainya pembangunan saluran irigasi sepanjang 30 meter ini, warga Dusun Sukaharja berharap manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Mereka berharap aliran air tetap terjaga, lahan pertanian menjadi lebih produktif, serta risiko terjadinya bencana serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Warga juga berharap agar ke depan tetap ada sinergi antara masyarakat dan instansi terkait dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun, sehingga fungsi saluran irigasi dapat terus optimal dan berkelanjutan demi kesejahteraan bersama.(ASEP SUJANA)



