JATIMLAMONGAN

Kembangkan Agribisnis Lamongan, Festival Buah Latukan Digelar

Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf saat membuka Festival Buah Latukan, di Lapangan Desa Latukan, kecamatan Karanggeneng, kabupaten Lamongan, Jawa Timur, (Foto. dok: Lis)

LAMONGAN, BIDIKNASIONAL.com – Kembangkan agribisnis, festival buah – buahan digelar tepatnya di desa Latukan, kecamatan Karanggeneng, kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Minggu (8/10/2023).

Sementara itu, Tejo, salah satu anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Latukan menyebutkan, Festival buah Latukan dimulai dengan kegiatan wisata petik buah (petik, timbang, bayar).

Dilanjutkan dengan pawai budaya dan kirab hasil bumi yang diikuti oleh 15 RT di Desa Latukan, dan ditutup dengan makan buah gratis yang telah disediakan 8 gunung buah-buahan atau 10 ton buah-buahan.

Desa Latukan memiliki luas tanam semangka 45 hektar, angka tersebut memiliki luas panen 45 hektar dan mampu menghasilkan 1.755 ton semangka dengan provitas rata-rata 35 kwintal per hektar.

“Pada tahun ini panen kita memiliki provitas 35 kwintal per hektar untuk semangka. Sedangkan untuk varietas sunrise kita memiliki provitas 20 ton per hektar.

Adanya penurunan luas tanam dan luas panen pada tahun 2023, yang mana dikarenakan faktor peralihan tanam dari komoditas jagung, kata dia, pada tahun 2022 luasan tanam mencapai 220 hektar dengan luas panen 100 hektar,” kata Tejo.

Meski demikian, tambah Tejo, penjualan buah-buahan hasil desa Latukan sudah menembus pasar antar provinsi. Untuk varietas semangka biasanya pendistribusiannya meliputi Semarang Jawa Tengah hingga Jakarta.

Sedangkan, harga semangka per kilo gramnya dijual dengan harga Rp. 4 sampai Rp. 4 ribu 500. Saat ini untuk sunrise sendiri penjualannya masih di wilayah seputar Lamongan dan sekitarnya,” pungkasnya.

“Festival buah sudah ditetapkan sebagai agenda rutin tahunan Lamongan, diharapkan mampu menjadi percontohan bagi daerah lain agar mengembangkan agribisnis. Potensi ini tentu bernilai ekonomi tinggi berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Desa Latukan dikenal sebagai sentra produksi buah-buahan. Potensi tersebut mampu menghasilkan buah khas Latukan yakni buah Sunrise.

Selain buah Sunrise, salah satu desa yang ada di Kecamatan Karanggeneng ini juga menghasilkan berbagai varian yakni semangka, mulai dari semangka merah, semangka kuning, semangka inul kuning, dan varietas terbarunya ialah semangka inul merah.

Sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur, Kabupaten Lamongan terus dikembangkan. “Selain mengembangkan komoditas pangan seperti padi dan sorgum, Lamongan juga terus kembangkan tanaman holtikultura.

Mulai dari sayuran hingga buah-buahan, baik yang ditanam menerapkan sistem lahan sawah sampai smart farming,” tutur Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf saat membuka Festival Buah Latukan di lapangan desa Latukan.

“Festival Buah Latukan ini salah satu realisasi dari program prioritas Lumbung Pangan. Pengembangan sentra produksi dalam pengembangan agribisnis kuat terintegrasi.

Menurutnya, dipastikan akan festival buah ini meningkatkan ketersediaan buah yang diproduksi sepanjang tahun sehingga bernilai ekonomi tinggi,” tutur Wakil Bupati Lamongan.

Penulis : Lis
Editorial : Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button