
Tim PSC 119 Kota Mataram Saat Melakukan Giat Pendampingan Wisata Kilang Pertamina Indonesia (dok: Aini BN.com)
MATARAM, BIDIKNASIONAL.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sebagai “hospital tourism” tim PSC 119 melakukan giat pendampingan medis dan cek kesehatan tamu wisata Kilang Pertamina Indonesia. Kamis. 23/11/23.
Diakui Kepala PSC 119 MEMS M. Arfian kholid, S. Kep, mengakui bahwa RSUD Kota Mataram bukan pertama kali melakukan giat pendamping tamu wisata seperti ini.
“Jadi ini bukan pertama kalinya PSC 119 Kota Mataram melakukan giat pendamping, tahun lau juga pernah dengan tamu wisata Pertamina Hulu Energi.” ungkapnya.
Arfian juga mengatakan bahwa Ia sangat bangga karena masih dipercaya untuk melakukan pendampingan medis terhadap tamu-tamu penting.
“Ini sudah menjadi kewajiban kami sebagai tenaga medis di bagian prehospital untukmenjamin keselamtan dan menjaga dari potensi bersiko dalam kesehatan selama mereka beraktifitas atau liburan. Sesui tujuan dri prehospital psc 119, untuk menciptakan save comunity dan save taourism.” ungkapnya.
Direktur RSUD Kota Mataram dr.Hj.Eka Nurhayati,Sp.OG melalui Kepala PSC 119 MEMS M. Arfian kholid, S. Kep, menyampaikan harapannya terhadap adanya pendampingan medis wisata.
“Sesuai dengan harapan direktur kami yang sesuai dengan visi misi RSUD Kota Mataram sebagai hospital tourism untuk menjamin wisatawan lokal maupun international nyaman dan merasa terjamin berlibur ke pulau lombok.” harapnya.
Menurut Arfian layanan prehospital seperti ini dapat menjadi investasi pelayanan masa depan, untuk membangun jejaring di semua sektor khusunya di pariwisata, karena Existensi medis rumah sakit juga bisa menjamin dan menjaga masyarakat diluar rumah sakit melalui pelayanan PSC 119 dan bukan hanya didalam rumah sakit kita bisa menerapkan pelayanan utk masyarakat.
“Saya pribadi berharap PSC 119 rsud kota mataram menjadi triger untuk PSC-PSC lain untuk sama-sama kita membangun masyarakat yang tanggap gawat darurat, melalui pelayanan medical for event.”
Tutupnya.
Laporan: Aini
Editor: Budi Santoso



