Dinas Perhubungan Banyuwangi Pasang Jaring Pengaman di Jalur Menuju Taman Wisata Alam Kawah Ijen

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) langsung bergerak cepat meningkatkan keselamatan di jalur menuju Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Hal ini menyusul sejumlah kejadian nahas di jalur rawan tersebut.
Menangapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi melakukan survei lapangan dan menyusun langkah cepat berupa pemasangan jaring pengaman di lokasi paling rawan.
Hal ini dibenarkan oleh Plt. Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja, SP.t, MS.i, melalui Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Tanto Sujono, Amd.LLAJ, ST,” saat ditemui bidiknasional.com, Rabu (16/4).
“Pemasangan dilakukan di titik tersebut, dan akan ada dua jaring yang dipasang, yakni berukuran 3×8 meter dan 4×8 meter,” ujarnya.
Jalur yang sekarang bernama Tikungan Sengkan Slamet memang dikenal ekstrem, dengan turunan curam dan tikungan tajam yang kerap menimbulkan kecelakaan.
Jaring ini akan dilipat di tikungan berbahaya, dilengkapi dengan lapisan sekam di bawahnya. Solusi ini diharapkan mampu menahan laju pengendara motor yang kehilangan kendali, sekaligus mengurangi dampak fatal dari kecelakaan.
“Tujuannya adalah agar saat pengendara motor tak mampu mengendalikan kendaraannya dan terlempar, dapat ditangkap jaring tersebut dan jatuh di atas sekam, sehingga fatalitas kecelakaan bisa diminimalkan,” terangnya.
Dishub bertujuan memasang jaring pengaman rampung dalam bulan April ini. Selain itu, ban-ban bekas yang selama ini dijadikan pelindung di sepanjang jalur akan ditata ulang agar fungsinya lebih maksimal dalam meredam benturan.
Tak hanya fokus pada solusi jangka pendek, Pemkab Banyuwangi melalui DPU Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) juga tengah menyusun rencana pembangunan kolam pasir sebagai jalur darurat.
Kolam ini nantinya akan berfungsi sebagai tempat penghentian darurat jika pengendara mengalami kendala saat menuruni jalan curam dari arah Ijen.
“Secara teknis akan disurvei kembali, bagaimana teknik membangun agar kendaraan tidak turun secara tiba-tiba, agar kendaraan mengalir dan perlahan berhenti,” imbuhnya.
Namun karena lokasi rencana kolam berada di kawasan hutan yang dikelola Perhutani, koordinasi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengatasi kendala teknis di lapangan.
Laporan: Dj
Editor: Budi Santoso



