JATIMKEDIRI

BLK Kediri Berikan Pelatihan Pengoperasian Mesin Produksi

Para peserta kegiatan pelatihan mesin produksi di Kantor UPT Balai Latihan Kerja Kediri Desa Gedangsewu Kabupaten Kediri, Jumat (11/4/2025). Kegiatan ini diikuti sebanyak 16 peserta yang akan berlangsung selama 30 pertemuan (Foto: ist)

Para peserta lagi praktek menggunakan mesin frais, mesin bubut dan mesin pahat

KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri melaksanakan program pelatihan Pengoperasian Mesin Produksi. Kegiatan pelatihan mesin produksi berlangsung di Kantor UPT Balai Latihan Kerja Kediri Desa Gedangsewu Kabupaten Kediri, Jumat (11/4/2025) Diikuti sebanyak 16 peserta yang akan berlangsung selama 30 pertemuan.

Adhi Pranoto selaku Instruktur Mesin Produksi menyampaikan bahwa untuk pelatihan jurusan pengoperasian mesin produksi kita mempelajari ada 7 unit kompetensi.

“Salah satunya menggunakan mesin frais, mesin bubut dan mesin pahat. Ketiga unit kompetensi itu sangat penting ketika peserta pelatihan itu nanti akan bekerja di bidang manufacturing,” ucapnya.

Dikatakan Adhi bahwa pelatihan pengoperasian mesin produksi mengajarkan memberikan dasar buat peserta untuk memasuki dunia industri manufaktur. Meskipun disini yang diajarkan masih mesin-mesin konvensional.

“Tapi masih ada sebagian besar perusahaan masih banyak membutuhkan pengoperasian mesin konvensional seperti yang kita lakukan disini,” ucapnya.

Harapan saya mereka bisa bekerja di bengkel-bengkel sekitar Kediri. Kita juga ada beberapa penawaran dari perusahaan di Kalimantan sub kon bidang pertambangan meminta tenaga mesin untuk berkerja disana.

Perusahaan tersebut membutuhkan 20 tenaga untuk pengoperasian mesin, diajarkan penggunaan mesin bubut sesuai prosedur dan pengoperasian mesin press dan pembuatan mur atau baut. Dan tiap tahun ada lowongan membutuhkan tenaga di Kalimantan.

“Pelatihan ini diberikan materi untuk 20 persen teori dan 80 persen praktek langsung dan prakteknya disini. Mereka satu orang satu mesin tidak ada berkelompok. Karena ketika besok di kerja perusahaan rata-rata bekerja dikerjakan sendiri mendapatkan tanggungjawab masing-masing pekerjaan itu,” ujarnya.

“Saya berharap setelah mendapatkan pelatihan dari sini kalau ada lowongan segera mengisi, karena kalau mereka bekerja merangkak dari bawah mulai dari operator, naik supervisor dan ada jenjang lebih tinggi. Jadi bekerja itu tidak bisa instant masuk langsung jadi direktur, harus berjenjang itu yang harus dipahami,” ungkapnya.

Salah satu peserta Adi Prayogo asal Mojoroto Kota Kediri mengatakan selama mendapatkan pelatihan disini yang lulusan D3 dari salah satu Universitas.Ia merasa praktek selama di sekolah masih kurang dan ingin kerja di perusahaan membutuhkan pendamping.

“Kebetulan di sini satu sertifikat dari BLK, kalau dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikat dari BNSP setelah lulus dari Uji Kompetensi,” ungkap Adi. (adv)

Laporan: red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button