
Peserta pelatihan servis motor sistem injeksi bersama instruktur. (Foto: Ist)
KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri yang berada di Jalan Pare Wates KM 1,5, Desa Gedangsewu Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur melaksanakan pelatihan Teknik sepeda Motor (TSM) atau servis sepeda motor sistem injeksi yang diikuti 16 peserta berasal dari Kediri dan luar Kediri sampai 280 jam pelatihan atau 30 hari masuk. Kamis (8/5/2025) pukul 09.00 WIB.
Pelatihan TSM ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam bidang perbaikan dan perawatan sepeda motor sistem injeksi, sehingga siap menghadapi dunia kerja.
Nur Basthomi Arifin, S.T selaku Instruktur Otomotif TSM menyampaikan untuk materi yang diberikan untuk pelatihan servis sepeda motor sistim injeksi. Mulai servis rem, kopling, mesin, kemudi sampai diagnosa sistim injeksi.
“Selain itu, peserta juga diberikan latihan praktik langsung, termasuk perbaikan mesin, kelistrikan, dan sistem transmisi yang banyak diaplikasikan pada sepeda motor modern,” ucap Basthomi.

Lanjut Basthomi untuk pelatihan yang diikuti 16 peserta kita jalankan sampai 280 jam pelatihan atau 30 hari masuk. Peserta yang ikut pelatihan di BLK Kediri dan nanti jika dinyatakan lulus akan mendapatkan dua sertifikat, baik dari BLK Kediri dan BNSP.
“Di luar pelatihan nanti akan dijadwalkan terkait uji kompetensi peserta sebagai pengujinya dari pihak Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), kalau nanti peserta dinyatakan kompeten atau lulus mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujarnya.
Menurut Basthomi terlihat peserta sangat antusias mengikuti pelatihan untuk servis motor sistim injeksi ini. Dikarenakan peluang pasarnya sangat bagus.
“Sekarang ini kebanyakan orang pakai motor matic injeksi dan motor konvensional pabrik sudah tidak produksi. Karena sistim injeksi sendiri ramah lingkungan dan emisinya kecil,” imbuhnya.
Basthomi berharap setelah mendapatkan pelatihan dari BLK Kediri anak-anak dapat bekerja, karena kebanyakan peserta yang setelah dari sini pingin bekerja dan ingin wirausaha.
“Di tempat ini mereka kita bimbing dan skillnya digenjot agar ilmunya terserap di pasar kerja, sehingga program pemerintah untuk mengurangi angka pengganguran bisa tercapai,” ungkapnya.
Salah satu peserta Agung Candra asal Kecamatan Kras Kabupaten Kediri mengaku motivasi ikut pelatihan servis sepeda motor ingin membuka usaha di bidang otomotif.
Ia dulunya pernah merantau di Batam, dan ingin pulang ke Kediri menekuni pelatihan servis sepeda motor dan membuka usaha sendiri. (adv)
Laporan: red
Editor: Budi Santoso



