Jalan Ambles Bajera, PJN Provinsi Bali Kerahkan 2 Unit Excavator 1 Mobil Crane

2 unit alat berat excavator melakukan pembersihan dan pengalian dilokasi jalan amblas Bajera (Foto: awi BN Bali)
BALI, BIDIKNASIONAL.com – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali respon cepat penanganan jalan amblas yang terjadi di ruas jalan nasional Bajera, kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa, (8/7/2025).
Dua unit alat berat excavator diturunkan kelokasi melakukan pembongkaran pengalian aspal badan jalan, unit mobile crane mulai bekerja mengangkat memindahkan beton precast box culvert ukuran (2m x 2m) di lokasi.

Satker bersama PPK meninjau ke lokasi ruas jalan nasional Bajera, kec. Selamadeg, kab. Tabanan
Ka. Satker Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Bali, I Nyoman Yasmara bersama PPK 1.3 Provinsi Bali ruas jalan (Antosari – Tabanan – Mengwitani – Dalam Kota Denpasar, Mengwitani – BR Taman Tanda) Pramono Tri Yulianto, serta Ka. Satker Perencana dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Bali, Aderiani didampingi PPK Perencanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Bali, I Putu Eka Arman Agustina berada dilokasi ditempat amblasnya jalan yang tergerus yang saat ini sedang dilakukan proses pembongkaran badan jalan.
Diketahui dibawah ruas jalan nasional Bajera terdapat saluran air gorong-gorong dikedalaman 7m dengan panjang 9m, dinding konstruksi bangunan saluran lama jebol tergerus oleh air sehingga mengakibatkan tanah lapisan bawah aspal terkikis dan terjadi penurunan jalan amblas, serta getaran lalu-lalang mobil dan truk yang melintas.
“Informasi dari warga setempat bahwa sebelum terjadinya jalan jebol, sudah ada lubang disisi badan jalan trotoar kurang lebih 10m, dan sudah dipasangi garis police line (garis polisi barikade) serta terpal berwarna biru”.
“Untuk penanganan ruas jalan yang amblas tergerus di Bajera, Yasmara sudah memobilisasi mendatangkan dua unit alat berat excavator melakukan pembersihan, satu unit crane, beton box culvert ukuran (2m x 2m) penganti saluran gorong-gorong,” terangnya saat dihubungi.
Ia juga menyampaikan kondisi dalam area kerja sangat terbatas, sehingga harus ekstra hati-hati dalam melakukan proses pekerjaan dan membutuhkan waktu selama 1 bulan untuk menyelesaikan.
Koordinasi sudah dilakukan mulai dari Kepolisin, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali dan instansi terkait lainnya.
Selama waktu proses pelaksanaan pekerjaan, jalur arus lalu-lintas motor dan mobil dialihkan melalui jalur alternatif dari arah Denpasar – Gilimanuk melewati jalan Serma Arda – jalan Sruti – jalan Anusapati menuju jalur utama, dan sedangkan dari arah Gilimanuk – Denpasar melewati jalan Surapati – jalan Sandat – jalan Saraswati menuju jalur utama.
Laporan: awi
Editor: Budi Santoso



