ADVERTORIALJATIMKEDIRI

BLK Kediri Berikan Pelatihan Practical Office Advance

Kegiatan pelatihan Practical Office Advance yang digelar BLK Kediri. (Foto: Prijo BN)

KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – UPT BLK Kediri Jalan Pare Wates KM 1,5, Desa Gedangsewu Kecamatan Pare, Kab Kediri melaksanakan program pelatihan Practical Office Advance dimulai 14 Juli sampai 28 Agustus 2025 selama 260 jam pelatihan atau 33 hari.

Berlangsung di Kantor UPT Balai Latihan Kerja Kediri Desa Gedangsewu Kabupaten Kediri, Kamis (14/8/2025). Diikuti sebanyak 16 peserta. Materi pelatihan penggunaan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint pada tingkat lanjutan

M.Lutfi Anggita Febrian selaku Instruktur BLK Kediri menyampaikan bahwa untuk peserta mengenalkan Office ini suatu aplikasi yang digunakan untuk mengolah berkas dan mengolah database seperti, mengolah data keuangan, data siswa dan data karyawan.

“Office juga didalamnya ada PowerPoint yang digunakan untuk presentasi di depan kalayak umum. Pelatihan office yakni pertama basic office yang diberikan pada peserta ada fitur-fitur dasar dari office,” ucap Lutfi.

Lanjut Lutfi bahwa pelatihan Practical Office Advance ini adalah pelatihan yang menindaklanjuti dari basic office. Semua fitur dari office kita bahas, semua tombol kita bahas. Sehingga, untuk mengolah data yang banyak ini biar lebih mudah dan singkat.

“Ketika, nanti memasuki uji kompetensi yang merupakan kewenangan dari pihak LSP Malang. Namun, biasanya penguji memberikan persoalan yang real di pekerjaan nyata, berupa data base agar peserta bisa mengolah data ini bisa dibaca dan tidak menyulitkan atasan,” ujarnya.

Peserta akan mendapatkan sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan jika dinyatakan kompetensi mendapatkan dua sertifikat baik dari BLK Kediri juga dari BNSP.

Saya berharap peserta yang sudah mengikuti pelatihan bisa membuka usaha karena melihat bonus demografi di Indonesia lulusan usia produktif itu sangat banyak sehingga pemerintah bisa memanfaatkan. Misalkan penyedia lapangan pekerjaan susah. Saya berharap peserta ini bisa menyediakan usaha sendiri.

“Daripada peserta mencari lapangan pekerjaan di tempat lapangan kerja lain. Setidaknya peserta memiliki usaha lebih ringan dari pada menunggu interview dari lamaran tersebut,” ungkapnya.

Salah satu peserta Ratna Setyoningsih (42) asal Plemahan Kediri mengatakan saya ikut pelatihan ini ingin bisa belajar bidang teknologi dengan semangat dan tidak pernah pupus. “Meskipun di usia saya yang diatas 40 tahun ini masih terus ingin belajar teknologi yang berkembang,” ungkap Ratna. (Adv)

Laporan: Prijo

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button