JATIMPASURUAN

Lewat Digitalisasi, Layanan JKN Kini Lebih Praktis dan Efisien

Muhammad Ilham (Foto: ist)

PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Siang itu, Selasa (19/8), suasana di ruang tunggu RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan tampak cukup ramai. Suara panggilan dari pengeras suara sesekali terdengar, menandai giliran pasien yang akan masuk ke ruang periksa. Beberapa orang terlihat duduk dengan wajah tenang, menanti nama mereka disebut. Di antara para pasien itu, tampak seorang pria muda yang terlihat santai sambil sesekali membuka ponsel. Namanya Muhammad Ilham, warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Ilham siang itu tengah menunggu giliran pemeriksaan ke dokter spesialis, setelah sebelumnya mendapat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Al-Alziz. Ia datang untuk memeriksakan benjolan kecil di kulitnya yang bentuknya menyerupai kutil.

“Awalnya saya periksa ke faskes karena muncul benjolan kayak kutil. Gak besar sih, tapi agak mengganggu. Terus kata dokter perlu diperiksa lebih lanjut di rumah sakit. Ya udah, saya langsung minta rujukan. Gak nyangka prosesnya cepet banget,” kata Ilham, yang saat itu mengenakan kaos polos dan celana jeans, tampil sederhana namun ramah.

Ilham mengaku cukup kaget saat mengetahui bahwa proses rujukan sekarang sudah digital dan lebih praktis. Proses rujukan kini telah diintegrasikan secara otomatis ke dalam sistem JKN, sehingga peserta tidak perlu lagi membawa dokumen fisik secara manual.

“Dulu kan bayangannya kalau mau ke rumah sakit harus bawa map, fotokopi ini itu. Sekarang mah tinggal dikasih rujukan elektronik, terus saya cek di aplikasi Mobile JKN. Ternyata semua datanya udah masuk. Tinggal daftar antrean online aja,” jelasnya.

Dengan antusias, Ilham bercerita bagaimana ia membuka aplikasi Mobile JKN di ponselnya begitu keluar dari faskes. Di sana, ia bisa langsung melihat rujukan yang baru saja dibuat oleh faskes. Prosesnya cepat, gak ribet, dan yang paling penting tanpa harus datang duluan buat ambil nomor antrean secara manual.

“Sampai rumah sakit, saya tinggal tunjukin aja bukti daftar antrean online ke bagian pendaftaran. Gak perlu ambil nomor lagi, gak perlu nunggu lama-lama juga,” ujarnya.

Ilham mengaku aplikasi Mobile JKN sangat mempermudah hidupnya, terutama buat orang-orang yang punya aktivitas padat. Selain fitur antrean online, dia juga sering memanfaatkan fitur lain seperti cek kepesertaan, riwayat pelayanan, dan tagihan iuran. Bahkan kalau suatu saat perlu ganti faskes, tinggal ubah langsung dari aplikasi.

“Yang penting sekarang kita udah jadi peserta aktif, punya HP, dan ngerti dikit-dikit cara pakainya. Udah cukup buat nikmatin semua kemudahan itu,” tambahnya sambil tertawa kecil.

Ilham juga mengakui bahwa dulu dirinya termasuk orang yang agak malas ngurus BPJS Kesehatan karena takut ribet. Tapi setelah tahu ada aplikasi Mobile JKN, pandangannya berubah total.

“Sekarang semuanya serba cepat dan efisien. Saya jadi semangat karena semua bisa saya atur sendiri. Gak usah bolak-balik kantor BPJS, gak usah nunggu lama. Tinggal buka HP,” katanya.

Ia berharap masyarakat lainnya juga bisa mulai terbuka dan belajar menggunakan fasilitas digital ini. Menurutnya, tidak perlu langsung jago. Pelan-pelan asal mau coba, pasti bisa.

“Bahkan buat orang yang gak terlalu paham teknologi pun, saya rasa bisa belajar dan pelan-pelan terbiasa. Apalagi kalau ada anak muda di rumah yang bisa bantuin,” lanjutnya.

Di akhir perbincangan, Ilham menyampaikan pesan singkat namun bermakna kepada masyarakat. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas JKN yang sudah semakin baik dan mudah digunakan, karena menurutnya program ini sangat membantu dan sayang jika tidak dimanfaatkan secara optimal.”

Laporan: rn/ra/red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button