JATENGPEKALONGAN

Guru di Pekalongan Tertekan Somasi Ratusan Juta, LSM Trinusa Siap Kawal Hingga Tuntas

LSM Trinusa yang Siap Kawal Hingga Tuntas guru di Pekalongan yang di somasi BFI Finance untuk bayar ratusan juta. (Foto: dikin BN)

PEKALONGAN, BIDIKNASIONAL.com – Di tengah kesibukannya mendidik anak-anak di sekolah, seorang guru berinisial R (45) asal Kabupaten Pekalongan kini harus menghadapi kenyataan pahit. Ia disomasi oleh perusahaan pembiayaan besar dengan tuntutan pembayaran mencapai ratusan juta rupiah.

Surat somasi ketiga itu dilayangkan pada 4 Agustus 2025 oleh Krisyati & Associates Law Office selaku kuasa hukum PT BFI Finance Indonesia Tbk. Dalam surat tersebut, R diminta segera melunasi kewajibannya, bahkan diancam akan dibawa ke ranah hukum bila tidak mampu memenuhi tuntutan.

Merasa sendirian menghadapi tekanan tersebut, R akhirnya mencari perlindungan. Pada 24 Agustus 2025, ia resmi memberikan kuasa kepada LSM Triga Nusantara Indonesia (Trinusa), yang diwakili oleh Ketua DPC Pekalongan, Teguh Hadi Santoso, untuk mendampinginya.

Dalam surat kuasa itu, Trinusa diberi mandat penuh untuk menjadi perisai: mendampingi proses hukum, melakukan mediasi, hingga membuat laporan resmi bila diperlukan.

Ketua LSM Trinusa, Teguh Hadi Santoso, menegaskan komitmennya. “Seorang guru yang seharusnya fokus mencerdaskan generasi bangsa kini justru dibuat tertekan dengan somasi bernilai fantastis. Kami hadir agar hak-hak masyarakat kecil tidak diinjak-injak oleh korporasi besar,” ujar Teguh.

R sendiri tak kuasa menyembunyikan kegelisahannya. Kepada awak media, ia mengaku hidupnya menjadi serba was-was sejak menerima surat somasi tersebut.

“Saya ini hanya seorang guru, penghasilan tetap saya pas-pasan. Begitu menerima somasi dengan angka sebesar itu, rasanya seperti mimpi buruk. Saya hanya ingin masalah ini diselesaikan secara adil tanpa ada tekanan yang berlebihan,” ucapnya dengan nada lirih.

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar soal keadilan dalam praktik pembiayaan. Di satu sisi, perusahaan menuntut haknya. Namun di sisi lain, publik menilai angka tuntutan yang begitu besar justru terasa mencekik, terlebih bagi masyarakat berpenghasilan tetap seperti seorang guru.

Sementara itu, hingga berita ini tayang pihak BFI Finance, Jefri selaku Head Call, saat dikonfirmasi awak media masih enggan memberikan keterangan resmi dan bahkan menyarankan agar pihak LSM Trinusa terlebih dahulu bersurat secara formal.

Kini, masyarakat menunggu apakah keberanian R melawan tekanan ini, dengan dukungan penuh LSM Trinusa, bisa menjadi contoh bahwa nasabah tidak selalu harus tunduk di bawah bayang-bayang somasi perusahaan pembiayaan.

Laporan: Dikin

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button