GARUTJABAR

Di Cigedug Anggota MPR RI Hoerudin Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

KAB. GARUT, BIDIKNASIONAL.com – Semboyan Bhinneka Tunggal Ika kendati justru berbeda-beda tetapi tetap satu. Hal itu ditunjukkan dengan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya harus tetap menjadi satu kesatuan yang utuh dan bersatu.

Bahkan semboyan ini menegaskan bahwa keanekaragaman di Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga, bukan menjadi sumber konflik.

Hal itu disampaikan anggota MPR RI Muhammad Hoerudin Amin saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di Cigedug, Kabupaten Garut, Rabu 24 September 2025.

Empat Pilar Kebangsaan sebagai media Sosdap MPR RI membahas dan menyosialisasikan arti penting Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Dengan mengakui perbedaan, Bhinneka Tunggal Ika mendorong rasa toleransi dan persatuan di antara seluruh warga negara. Karenanya Bhinneka Tunggal Ika bagi bangsa Indonesia adalah sebagai landasan fundamental untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya,” jelasnya.

Menurut Hoerudin, semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini mendorong toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan sebagai sumber kekayaan bangsa, bukan perpecahan.

“Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan nasional Indonesia yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu juga”. Falsafah ini menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia meskipun memiliki keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa,” jelas anggota Komisi X DPR RI ini.

Adapun makna Bhineka Tunggal Ika, dijelaskan Hoerudin yang merupakan legislator Fraksi PAN diantaranya Bhineka Tunggal Ika mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia atau Persatuan dalam keragaman.

Makna dari semboyan itupun, sambungnya, menekankan pentingnya kesatuan dan integrasi bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan negara atau dengan kata lain menjaga kesatuan dan integrasi.

“Semboyan Bhineka Tunggal Ika juga mengajarkan kita untuk menghargai dan menghormati keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang ada di Indonesia. Atau bisa dikatakan semboyan itu memiliki makna penghargaan terhadap keragaman,” terangnya.

Sedang disamping makna, fungsi Bhineka Tunggal Ika diungkapkan Hoerudin adalah sebagai landasan persatuan bangsa.

“Bhineka Tunggal Ika menjadi landasan bagi persatuan bangsa Indonesia dan menjadi simbol kesatuan dan integrasi. Bahkan Bhineka Tunggal Ika meruoakan Pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Semboyan ini dikemukakannya menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bahkan menjadi pengingat akan pentingnya kesatuan.

“Bhineka Tunggal Ika menjadi pengingat akan pentingnya kesatuan dan integrasi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman. Dengan demikian, Bhineka Tunggal Ika menjadi falsafah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia dalam membangun dan memelihara persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.

Laporan: Zaen

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button