JATIMPASURUAN

Cukup Sekali Setahun: Skrining Riwayat Kesehatan Bantu Deteksi Risiko Penyakit

PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Dina Diana Permata, mengajak seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) di aplikasi Mobile JKN. Ia menegaskan, mulai September hingga Oktober 2025, peserta JKN yang berobat ke puskesmas, klinik, maupun praktik dokter mandiri diwajibkan melakukan SRK terlebih dahulu. Selasa (23/6).

Dina menjelaskan, SRK merupakan bagian dari layanan promotif dan preventif yang dirancang untuk mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini sehingga peserta dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. SRK cukup dilakukan satu kali dalam setahun. Walaupun hanya berupa pengisian kuesioner sederhana, manfaatnya sangat besar, baik bagi peserta maupun tenaga medis.

Ia menambahkan, akses SRK kini semakin mudah. Peserta bisa mengisi kuesioner melalui aplikasi Mobile JKN, website resmi BPJS Kesehatan, layanan WhatsApp PANDAWA, ataupun dengan bantuan petugas di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

“Jalur yang tersedia sudah banyak dan semuanya mudah digunakan. Tinggal pilih mana yang paling praktis bagi masing-masing peserta,” kata Dina.

Menurutnya, hasil skrining bukan sekadar data administratif, tetapi informasi penting yang mendukung pencegahan penyakit. Dari kuesioner, peserta dapat mengetahui faktor risiko yang dimiliki, misalnya terkait riwayat keluarga, kebiasaan makan, pola tidur, hingga aktivitas fisik.

“Informasi ini akan membantu tenaga medis dalam menentukan layanan yang lebih tepat. Jadi tidak hanya mengobati gejala, tetapi juga mempertimbangkan faktor risiko yang dimiliki pasien,” ungkapnya.

Dina menyampaikan bahwa melalui SRK peserta akan memperoleh manfaat berupa layanan yang lebih cepat, pemahaman lebih baik terhadap kondisi kesehatan, serta pencegahan risiko penyakit sejak dini. Bagi fasilitas kesehatan, SRK juga bermanfaat untuk pemetaan penyakit, menentukan tata laksana medis yang lebih tepat, serta meminimalkan risiko komplikasi.

Dina menekankan, kebiasaan melakukan deteksi dini akan berdampak besar pada keberlangsungan program JKN. Semakin banyak masyarakat yang rutin melakukan skrining, semakin mudah pula menekan beban biaya kesehatan akibat penyakit kronis.

“Kami ingin masyarakat tidak melihat SRK hanya sebagai kewajiban formal, melainkan sebagai investasi kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga. Deteksi sejak dini akan mencegah biaya besar di kemudian hari dan tentunya meningkatkan kualitas hidup,” tambahnya.

Ia juga berharap fasilitas kesehatan lebih aktif mendorong peserta menjalani skrining. Menurutnya, semakin banyak peserta yang melakukan SRK, semakin optimal pula fungsi program promotif dan preventif dalam Program JKN.

“Transformasi layanan kesehatan saat ini memang diarahkan agar tidak hanya fokus pada kuratif. Upaya promotif dan preventif harus menjadi budaya bersama, dan SRK adalah salah satu langkah sederhana untuk mencapainya,” tegas Dina.

Sementara itu, Nisah (50), peserta JKN asal Rembang Kabupaten Pasuruan yang sudah mencoba SRK, mengaku merasakan manfaatnya. Ia bercerita awalnya sempat ragu karena membayangkan prosesnya rumit.

“Awalnya saya kira ribet, ternyata gampang banget. Cuma isi beberapa pertanyaan, nggak sampai lima menit sudah selesai,” ujar Ani

Dari hasil skrining, Ani mengetahui bahwa dirinya memiliki risiko tekanan darah tinggi. Hal ini membuatnya lebih berhati-hati dalam menjaga pola makan dan gaya hidup sehari-hari.

“Pas lihat hasilnya saya langsung mikir, wah harus lebih hati-hati nih. Sekarang saya mulai lebih jaga makan dan usahakan rutin olahraga,” tambahnya.

Ia pun mengajak peserta lain agar tidak ragu untuk mencoba. Menurutnya, layanan ini sangat bermanfaat dan mudah digunakan.

“Menurut saya mending tahu dari awal dari pada telat. Prosesnya singkat, nggak bikin repot, tapi bisa kasih gambaran jelas soal kondisi tubuh kita. Jadi ayo manfaatkan SRK, buat kebaikan diri sendiri juga,” tutupnya.

Laporan: rn/ra/red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button