
BANDUNG, BIDIKNASIONAL.com – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IAI Persis Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI yang dikolaborasikan dengan Seminar Pilar Peradaban di Kampus IAI Persis Bandung, Gedung B Lantai 3, Selasa, 30 September 2025.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni M. Hoerudin Amin, S.Ag., M.H., anggota DPR/MPR RI sekaligus alumni IAI Persis Bandung, serta Prof. Dr. Jajang A. Rohmana, M.Ag., Rektor IAI Persis Bandung. Sementara jalannya diskusi dipandu oleh Dr. Lalan Sahlani, M.Ag.
Sejak awal, suasana acara terasa hangat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nurdin Qusyaeri, M.Si. yang dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Dalam sesi utama, Hoerudin tampil dengan gaya reflektif sekaligus penuh semangat. Ia menekankan bahwa kampus harus menjadi titik awal lahirnya peradaban bangsa, bukan sekadar tempat menimba ilmu.
“Adab kepada guru adalah fondasi peradaban. Tanpa menghormati guru, kita kehilangan ruh dari ilmu. Ingat pepatah Jawa: Guru, ratu, wong tuwo karo,” ujarnya dihadapan peserta.
Lebih jauh, Hoerudin mengajak mahasiswa untuk mengakhiri dikotomi ilmu IPA dan IPS. Menurutnya, pengetahuan harus kembali pada akar sejarah Islam yang telah melahirkan banyak kontribusi besar.
“Algoritma yang hari ini kalian pakai berasal dari Al-Khawarizmi. Itu bukti bahwa ilmu adalah warisan ulama, bukan produk bebas nilai,” tegas anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN.
Semangat motivasi yang ditularkan Hoerudin mendapat apresiasi dari peserta. Ia menegaskan bahwa Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bukan hanya kewajiban formal, melainkan bagian dari upaya membangun peradaban bangsa melalui ruang akademik.
Sementara itu, Rektor IAI Persis Bandung, Prof. Jajang, turut menambahkan bahwa Bandung memiliki sejarah panjang sebagai kota kosmopolitan Islam sejak abad ke-16.
“Warisan sejarah itu harus menjadi inspirasi bagi generasi akademik untuk melahirkan gagasan peradaban ilmiah, spiritual, dan kebangsaan,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan ajakan agar mahasiswa menjadikan kampus sebagai laboratorium kebangsaan. Perpaduan nilai akademik, spiritual, dan nasionalisme menjadi bekal untuk melahirkan generasi yang siap menjaga 4 Pilar sekaligus merajut peradaban bangsa.
Laporan: Zaen
Editor: Budi Santoso

