JATIMMADIUN

JKN Lindungi Senyum Sehat Anak Sejak Dini

MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Senyum sehat berawal dari gigi yang terawat. Namun, tidak sedikit anak-anak yang sudah mengalami masalah gigi sejak usia dini akibat kurangnya kesadaran menjaga kebersihan gigi dan mulut. Padahal, membangun kebiasaan merawat gigi sejak dini merupakan investasi penting untuk masa depan kesehatan yang lebih baik.

Salah satu dokter gigi di Kota Madiun, drg. Totok Dwi Sanjaya M.Kes., menyampaikan bahwa pada umumnya kasus gigi berlubang dan nyeri gigi pada anak sebenarnya dapat dilakukan pencegahan melalui edukasi yang dilakukan sejak dini. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan sekolah dalam mengenalkan pola hidup sehat melalui kegiatan yang sederhana namun rutin dilakukan.

“Anak-anak perlu dikenalkan pada kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Selain itu edukasi tentang cara menyikat gig iyang benar serta Batasan konsumsi makanan manis dan lengket. Hal sederhana ini bisa mencegah banyak masalah gigi di masa mendatang,” ujat Totok saat ditemui di tempat praktiknya, RSUD Kota Madiun.

Ia menambahkan bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan akan lebih mudah diterima oleh anak-anak. Misalnya melalui permainan, lagu, atau kegiatan kreatif di lingkungan sekolah masing-masing membuat anak-anak akan lebih mudah memahami bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan hanya sekedar kewajiban, akan tetapi bagian dari gaya hidup yang suhat dan menyenangkan.

“Edukasi tidak harus dikemas secara formal. Justru harus dikemas melalui kegiatan yang fun sehingga harapannya anak-anak menjadi lebih antusias dan mudah meniru. Jangan lupa juga untuk rutin melakukan pemeriksaan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali meskipun tidak ada keluhan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menyampaikan bahwa menjaga kesehatan gigi sejak dini merupakan langkah penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. Menurutnya, pencegahan lebih baik dibandingkan pengobatan, dan hal tersebut bisa dimulai dari lingkungan di rumah.

“Jika tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut, maka bisa berpengaruh pada pola makan, kualitas tidur, bahkan konsentrasi belajar anak. Sehingga edukasi sejak dini harus menjadi kebiasaan bersama, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat,” ungkap Ita, Senin (20/10) di kantornya.

Ita menjelaskan bahwa peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan gigi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Masyarakat dapat melakukan konsultasi langsung dengan dokter gigi umum, dan jika diperlukan, atas dasar indikasi medis akan dirujuk ke dokter gigi spesialis di rumah sakit rujukan.

“BPJS Kesehatan menjamin layanan pemeriksaan gigi dasar bagi peserta JKN. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi peserta JKN aktif agar dapat memperoleh perlindungan kesehatan yang menyeluruh. Dengan kepesertaan aktif, masyarakat tidak perlu khawatir saat membutuhkan layanan kesehatan,” tambahnya.

Ita menekankan bahwa menjadi peserta aktif JKN tidak hanya memberikan jaminan saat sakit, tetapi juga menjadi bentuk kesadaran bersama untuk saling melindungi sesama. Dengan kebiasaan hidup sehat dan kepesertaan aktif JKN, diharapkan masyarakat dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatannya sejak dini.

“Mari bersama-sama kita wujudkan masyarakat yang merdeka dari sakit gigi. Mulai dari langkah kecil, menggosok gigi secara teratur, menghindari makanan manis berlebihan, dan rutin melakukan pemeriksaan gigi. Serta pastikan bahwa telah terdaftar sebagai peserta aktif Program JKN, agar perlindungan kesehatan dapat dirasakan secara menyeluruh,” tutup Ita.(rn/tk/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button