Bupati Sidoarjo Serahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – 768 PNS Pemkab Sidoarjo memperoleh penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Prabowo Subianto. Tanda kehormatan atas dedikasi dan pengabdian PNS tersebut diserahkan langsung Bupati Sidoarjo H. Subandi di Mal Pelayanan Publik/MPP Sidoarjo, Senin, (10/11).
Dalam sambutannya Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan penghargaan Satyalancana Karya Satya bukan hanya sekadar seremoni. Namun bentuk nyata pengakuan negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian seorang PNS dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, integritas, dan komitmen yang tulus tidak pernah luput dari perhatian,” ucapnya.
Oleh karenanya ia sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh penerima tanda kehormatan tersebut. Menurutnya pengabdian selama 10, 20 tahun bahkan 30 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan.
“Di balik angka itu, ada semangat, ketekunan, dan pengorbanan yang patut kita apresiasi,” ujarnya.
Bupati Sidoarjo H. Subandi sendiri yakin kemajuan Kabupaten Sidoarjo hari ini tidak terlepas dari kontribusi seluruh ASN Sidoarjo. Birokrasi yang semakin transparan, akuntabel, dan berpihak pada rakyat dapat diwujudkan melalui kerja sama, semangat gotong royong, dan profesionalitas seluruh ASN. Namun tantangan ke depan semakin besar. Pelayanan publik harus makin cepat, tepat, dan responsif.
“Untuk itu, saya berharap kepada seluruh ASN, khususnya para penerima penghargaan hari ini agar terus menjadi teladan dalam sikap dan kinerja, menjadi inspirasi bagi rekan kerja dan generasi ASN berikutnya,” ucapnya.
Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta penghargaan yang diterima dapat dijadikan sebagai pemicu semangat baru. Semangat untuk terus berinovasi serta meningkatkan kedisiplinan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sendiri berkomitmen untuk terus mendorong birokrasi yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan.
“Mari kita lanjutkan semangat pengabdian ini bersama-sama, demi terwujudnya Sidoarjo yang makin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ajaknya.
Terakhir Bupati Sidoarjo H. Subandi ucapkan selamat kepada para penerima Satyalancana Karya Satya. Penghargaan tersebut dapat dijadikan kebanggaan sekaligus pengingat bahwa pengabdian yang tulus akan selalu dihargai oleh negara dan oleh masyarakat.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan tugas pengabdian bagi Kabupaten Sidoarjo Tercinta,” sampainya.
Setelah memberikan lencana ke ASN kabupaten sidoarjo di mall publik, besoknya Bupati Subandi langsung sidak banjir waktu hujan di depan mall Lippo plaza Sidoarjo dan mengatakan Rumah Pompa tersebut siaga 24 jam untuk atasi banjir di depan lippo plaza tersebut.
Pemkab Maksimalkan Pembersihan Saluran
Dua rumah pompa dan tiga pompa portabel disiagakan 24 jam untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di jalan depan Lippo Mal Sidoarjo. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga memastikan semua saluran berfungsi normal.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengeruk semua saluran air yang ada di kawasan itu. “Kita pastikan semua normal dan lancar,” kata Bupati Sidoarjo Subandi, Rabu (12/11/2025).
Dengan berbagai upaya itu, diharapkan banjir di bawah jalan tol depan Lippo tidak terulang lagi. Kalaupun terjadi, bisa cepat diatasi dan tidak terlalu lama banjirnya.
“Rumah pompa dan pompa portable disiagakan 24 jam. Kalau dirasa kurang akan ditambah. Yang penting, kalau mulai ada genangan harus langsung ditarik airnya dengan pompa yang ada, supaya tidak parah banjirnya,” ujar Subandi.
Bupati juga mewarning agar peristiwa pompa rusak tidak terulang. Seperti saat terjadi banjir Senin sore kemarin, bupati sidak ke lokasi dan melihat kondisi pompa terkendala sehingga tidak maksimal menyedot air.
Begitu pompa berhasil diperbaiki dan bekerja normal, banjir yang menggenang di sana pun bisa teratasi. “Supaya lebih cepat, kita tambah pompa air. Kemudian salurannya juga kita normalisasi supaya lebih maksimal,” lanjut Bupati Subandi.
Banjir di depan Lippo sedang menjadi perhatian serius. Karena dari sekian lokasi yang kebanjiran saat memasuki musim hujan kali ini, banjir di sini paling parah.
Shochib, operator rumah pompa di Jalan Raya Jati, mengungkapkan bahwa banjir kemarin mulai surut setelah hujan mereda malam tadi. Diakuinya, kendala kemarin karena pompa utama sempat mati akibat gangguan listrik saat hujan deras.
Saat pompa utama berhenti beroperasi, petugas segera mendatangkan tiga unit pompa portable sebagai langkah darurat. “Pompa portable membantu menyedot air, tapi tenaganya tidak sekuat rumah pompa utama. Begitu listrik normal, rumah pompa langsung difungsikan lagi,” urai Shochib.
Sekarang ini, dua rumah pompa dan tiga unit pompa portable sudah siap siaga di titik genangan tersebut. Ia menambahkan, pemerintah berencana menambah pompa portable lagi agar penanganan air lebih cepat.
“Kami di sini siap 24 jam. Begitu cuaca mulai mendung, kami langsung siapkan pompa agar tidak terlambat. Ketika ada genangan, pompa langsung berusaha menyedot air,” urainya.
Bupati sidoarjo melanjutkan kegiatan Bupati besoknya ajak warga tertibkan aset Tanah lewat GEMAPATAS dan PTSL.
Targetkan 30 Ribu Tanah Tersertifikasi Tahun Depan
Bupati Sidoarjo, H. Subandi mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah desa untuk aktif mendukung Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS). Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Kantor Pertanahan (BPN) Sidoarjo di Desa Jabaran Kecamatan Balongbendo, Senin (10/11).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Sidoarjo Nursuliantoro, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Zaidar Rasepta, dan Forkopimda Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Jabaran yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Dengan batas yang jelas, masyarakat lebih tenang, tidak ada lagi sengketa, dan proses sertifikasi tanah bisa berjalan lebih cepat dan akurat. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya legalitas tanah ini sangat membanggakan,” ujarnya.
Bupati Subandi menegaskan, Pemkab Sidoarjo mendukung penuh pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebagai bagian dari mewujudkan tata kelola pertanahan yang tertib, adil, dan berkelanjutan. Ia juga mengimbau masyarakat agar menjaga serta merawat tanda batas yang telah dipasang agar tidak rusak atau dipindahkan.
Lebih lanjut, Bupati Subandi menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Sidoarjo menargetkan penyelesaian 30.000 sertifikat tanah melalui program PTSL, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 12.000 bidang. “Kami ingin memastikan seluruh warga memiliki kepastian hukum atas tanahnya untuk mendukung kesejahteraan keluarga dan pembangunan desa,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Subandi juga menyampaikan rencana kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi desa yang aktif mendukung percepatan PTSL. Ia mengingatkan kepala desa agar tidak menambah pungutan di luar ketentuan. “Kalau 150 ribu ya 150 ribu, jangan ada tambahan. Operasional bisa dianggarkan lewat APBDes agar tidak menimbulkan masalah hukum,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Sidoarjo Nursuliantoro menyampaikan kegiatan Gemapatas merupakan langkah awal menuju Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 10 kecamatan, dengan empat kecamatan yakni Wonoayu, Krian, Balongbendo, dan Tarik menjadi peserta Penetapan Lokasi Peta Bidang Tanah (Penlok PBT) dan enam kecamatan lainnya yakni Krembung, Prambon, Jabon, Tanggulangin, Porong, dan Tulangan, agar betul-betul disiapkan dokumen untuk Puldadis (Pengumpul Data Yuridis) dimana akan melanjutkan program Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT).
Ia juga menuturkan bahwa proses pengukuran tanah kini dilakukan menggunakan teknologi Pesawat Udara Nirawak (PUNA), yang membuat hasil pengukuran lebih cepat dan akurat. “Pasang patok, anti caplok, anti cekcok, dan cocok dengan tetangga, sehingga tidak menimbulkan konflik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Subandi juga menyerahkan secara simbolis 100 sertifikat hasil PTSL tahun 2025, 5 sertifikat wakaf, 10 sertifikat Barang Milik Daerah (BMD), dan 1 sertifikat milik Pemerintah Desa Jabaran. Melalui kegiatan Gemapatas, Bupati Subandi berharap terwujudnya sinergi antara BPD, pemerintah desa dan kecamatan, BPN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola pertanahan yang tertib dan berkeadilan demi kesejahteraan warga. (yah)



