
Oleh : Rika Yuliwulandari, Zulfan Febriawan, Widyana Beta Arthanti, Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
TELUR rebus merupakan salah satu sumber pangan bergizi tinggi yang telah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat di berbagai belahan dunia. Keistimewaan telur terletak pada kelengkapan zat gizinya, karena hampir semua nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh terdapat di dalamnya. Telur rebus mengandung protein berkualitas tinggi, asam amino esensial lengkap, vitamin A, D, E, K, vitamin B kompleks (terutama B2, B6, dan B12), kolin, serta mineral penting seperti zat besi, zinc, selenium, dan fosfor. Proses perebusan tidak hanya membuat telur menjadi lebih mudah dicerna, tetapi juga mempertahankan sebagian besar kandungan nutrisinya tanpa tambahan lemak atau minyak. Oleh karena itu, telur rebus sering direkomendasikan sebagai sumber gizi yang sederhana, murah, dan sangat efektif untuk mendukung kesehatan.
Di dalam konteks kesehatan, manfaat telur rebus sangat luas dan menyentuh berbagai aspek fungsi tubuh. Kandungan proteinnya yang tinggi berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, rambut, dan sistem kekebalan. Selain itu, kolin yang terdapat dalam kuning telur sangat berperan dalam perkembangan otak, pembentukan neurotransmiter, serta fungsi memori. Zat gizi ini sangat penting bagi ibu hamil dan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Vitamin D dalam telur berkontribusi terhadap kesehatan tulang dan gigi, sementara vitamin A berfungsi menjaga kesehatan mata dan imunitas. Tidak kalah penting, telur rebus juga menyediakan antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin, yang melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas dan membantu mencegah degenerasi makula pada usia lanjut.
Manfaat telur rebus terutama terlihat signifikan dalam mendukung pertumbuhan anak. Pada masa pertumbuhan, kebutuhan nutrisi anak sangat tinggi karena tubuh sedang mengalami perkembangan jaringan, pertumbuhan tulang, pembentukan sistem saraf, serta pematangan otak. Konsumsi telur rebus secara teratur dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan asam amino yang diperlukan untuk pertumbuhan linear (tinggi badan), massa otot, serta perkembangan kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi telur setiap hari memiliki risiko stunting yang lebih rendah, karena telur menyediakan mikronutrien penting seperti zinc, kolin, dan vitamin B12 yang sangat dibutuhkan pada masa emas pertumbuhan. Selain itu, telur adalah makanan yang mudah diolah, ekonomis, dan mudah diterima anak-anak, sehingga dapat menjadi intervensi gizi yang efektif di berbagai tingkat sosial ekonomi.
Jika dikaitkan dengan pembangunan berkelanjutan, manfaat telur rebus sangat erat hubungannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama tujuan mengenai kesehatan, gizi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pertama, konsumsi telur rebus berhubungan erat dengan SDG 2 (Zero Hunger). Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau dan padat gizi. Dalam konteks pencegahan malnutrisi dan stunting, telur menjadi intervensi strategis karena mengandung mikronutrien yang sulit didapatkan dari makanan nabati. Banyak program gizi di negara berkembang menggunakan telur sebagai sumber protein utama dalam upaya meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil. Dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap telur yang aman, murah, dan berkualitas, maka tujuan peningkatan gizi dan ketahanan pangan dapat lebih mudah dicapai.
Kedua, manfaat telur rebus sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-Being). Nutrisi yang terkandung dalam telur mendukung kesehatan sistem imun, kesehatan tulang, fungsi otak, dan pencegahan penyakit degeneratif. Konsumsi telur rebus dalam jumlah wajar dapat meningkatkan kualitas diet secara keseluruhan, membantu pemulihan setelah sakit, dan mendukung kesehatan ibu hamil serta perkembangan janin. Telur juga sering digunakan sebagai bagian dari program pemulihan gizi untuk anak-anak yang mengalami wasting atau kekurangan energi kronis.
Dalam program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo sejak awal 2025, maka konsumsi telur dapat menjadi pilihan strategis dalam mendukung program tersebut mengingat kandungan gizinya yang sangat baik, namun harganya murah dan mudah didapatkan. Selain itu, telur dapat diolah dalam berbagai bentuk sehingga mudah disesuaikan dengan selera dan kebiasaan makan peserta didik, sehingga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung perkembangan otak, dan mencegah masalah gizi seperti stunting atau anemia. Dengan distribusi yang tepat dan pengolahan yang higienis, memasukkan telur sebagai menu rutin dalam program makan bergizi gratis dapat meningkatkan kualitas asupan nutrisi anak secara signifikan dan berkontribusi pada pencapaian generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.
Dengan demikian, telur rebus memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif. Ketika masyarakat memahami pentingnya konsumsi protein hewani yang efisien dan bernutrisi tinggi, maka pola konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan dapat terbentuk. Secara keseluruhan, telur rebus bukan hanya makanan bergizi, tetapi juga komponen penting dalam strategi pembangunan berkelanjutan yang menitikberatkan pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat. (Red)



