SPIRITUAL

Melihat Petilasan Resi Maudoro Dengan Mata Batin

Area Petilasan Maha Resi Maudoro dan Damarwulan (foto:suwoto)

JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Beberapa hari lalu, kami berkunjung ke Petilasan Maha Resi Maudaro dan Damarwulan yang berada di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupanten Jombang.

Giat spiritual kali ini diawali menerima petunjuk lewat batin agar sowan ke petilasan leluhur dimaksud. Setiba di lokasi petilasan yg berada di tengah persawahan itu, alarm batin saya menyala positif. Hal itu pertanda baik, besar kemungkinan lokasi itu memang petilasan Maha Resi Maudoro dan putranya Damarwulan leluhur Kerajaan Mojopahit.

Cungkup Petilasan Maha Resi Maudoro (foto: Suwoto)

Ketika memasuki pintu gapura area petilasan, aura positif menyapa.Sepontan mata batin menyala dan melihat dimensi lain. Sementara Secara dhohir (nyata) melihat ada 2 tempat petilasan posisinya saling berhadapan, yaitu petilasan Resi Maudoro dan petilasan Damarwulan.

“Monggo sowan dulu ke petilasan Maha Resi Maudoro,” bunyi suara gaib yang diterima otak kanan saya. Seketika itu pula, kepala saya mengangguk pertanda sendiko dawuh.Setelah masuk lokasi petilasan, saya memilih duduk di salah satu pendopo yang berdekatan dengan pohon beringin ukuran setengah besar. Di tempat petilasan itu ada 2 pendopo kecil yg berjejer.Gerakan saya ini spontan diikuti oleh kedua murid yang mengikuti giat spiritual ke petilasan leluhur di Jombang ini.

Petilasan Damarwulan (foto:suwoto)

Beberapa menit setelah berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, acara kontak gaib dimulai. Dari hasil kontak gaib yang berlangsung hampir 30 menit itu mendapat info atau petunjuk bahwa memang tempat tersebut petilasan leluhur Maha Resi Maudoro dan putranya Damarwulan. Petilasan ini dulunya tempat tinggal atau rumah Resi Maudoro dan anak istrinya.

Dari info petunjuk gaib itu, tempat tinggal leluhur tersebut, tatkala Resi Maudoro sebelum menjadi pembesar/pejabat di keraton Mojopahit dan Damarwulan masih remaja

Sementara, informasi secara dhohir dari juru kunci petilasan, mengatakan hal yang sama. “Kolam itu dulu dipakai membersihkan tubuh Damarwulan setelah pulang dari ngarit rumput,” jelas Solihan sang juru kunci petilasan sambil menunjuk kolam dimaksud. (Suwoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button