
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Tingkatkan Layanan Pengujian Laboratorium Lingkungan DLH Jombang Kembangkan Inovasi Silajang. Tujuan utama meningkatkan layanan pengujian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencakup beberapa aspek penting yang berfokus pada efektifitas pengawasan dan perlindungan lingkungan.
Sehingga untuk tantangan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Jombang saat ini sangat beragam.
Beragam kasus pencemaran lingkungan, baik karena limbah cair, pencemaran udara, limbah B3 akibat aktivitas industri, kegiatan pertanian, peternakan dan limbah domestik rumah tangga masih sering terjadi. Dalam upaya pengendalian dan pengawasan berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi dan mengelola dampak lingkungan yang ditimbulkan. Keberadaan laboratorium lingkungan sangat penting dalam melakukan pengujian dan analisis parameter kualitas lingkungan seperti air, udara, tanah, dan limbah, untuk mendukung pemantauan, pengendalian, dan penegakan hukum lingkungan.
Selain itu, untuk Laboratorium Lingkungan Dinas LH memiliki peran penting untuk memberikan data ilmiah yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan, serta menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Sejak adanya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang yang terbentuk sejak tahun 2014, dan sejak tahun 2017 sampai dengan sekarang UPT Laboratorium Lingkungan telah mendapatkan akreditasi sebagai Laboratorium Penguji. Parameter uji di UPT Laboratorium Lingkungan meliputi kimia, fisika, dan biologi menggunakan SNI dalam melaksanakan pemeriksaan atau pengujian kualitas air bersih, air limbah dan kualitas udara dari aktivitas industri dan domestik.
Menurut Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Herlina Hamzah, ST., “Bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang terus mengevaluasi kinerja pelayanan publik, termasuk di Laboratorium Lingkungan. Belum optimalnya pelayanan pengujian laboratorium parameter kualitas lingkungan disebabkan antara lain: jumlah SDM dengan beban pengujian yang belum seimbang, masih seringnya keterlambatan untuk hasil uji, kesalahan petugas dan pembayaran retribusi yang belum terkontrol dengan baik. Berdasar evaluasi tersebut, sejak Tahun 2023, UPT Laboratorium Lingkungan Dinas LH menginisiasi inivasi SILAJANG atau Sistem Informasi Laboratorium Lingkungan Kabupaten Jombang,” ujarnya.
“Selanjutnya bagi inovasi SILAJANG merupakan pengembangan suatu sistem informasi yang mudah dioperasikan, terintegrasi, serta menyajikan validitas data yang tinggi sangat diharapkan sehingga memudahkan baik petugas laboratorium dalam memberikan layanan maupun pelanggan, antara lain: kegiatan pelayanan dan administrasi dilakukan secara digital melalui sistem sehingga pelanggan tidak perlu datang ke laboratorium, informasi jumlah pembayaran, penerbitan nomor virtual account dan keterangan telah terbayar diintegrasikan dengan API (Application Programming Interface). pengambilan titik penaatan, sketsa lokasi pengambilan dan hasil pengukuran parameter lapangan contoh uji dilakukan secara digital melalui sistem, penginputan hasil pengujian, verifikasi dan pengesahan sertifikat hasil pengujian dilakukan secara digital melalui sistem. penerbitan SKRD, Kwitansi dan Sertifikat Hasil Uji dilakukan secara digital terintegrasi dengan BSRe dan kinerja petugas menjadi lebih optimal, ketepatan waktu penerbitan hasil pengujian dapat tercapai 100%.” tandasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Jombang Miftahul Ulum, ST, MSi sempat menyampaikan, ” keberhasilan Silajang tidak hanya dirasakan di jombang. Karena sistemnya sederhana, modulnya lengkap, dan mudah disesuaikan, inovasi ini telah direplikasi di Kabupaten Tuban, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Probolinggo, Ngawi. Dengan inovasi Silajang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang menegaskan komitmen untuk terus memperkuat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan publik, dan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, efektif, dan terpercaya
“Pada tanggal 27 Nopember 2025 kemarin, Inovasi Silajang menjadi satu-satunya perwakilan Pemerintah Kabupaten Jombang yang lolos tahap paparan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur” ujarnya. (Tok)



