
Ni’matuz Zahrohz Pendidik Guru Bahasa Inggris MTsN 15 Jombang (Foto: Tok)
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Kesibukan seorang pendidik adalah serangkaian tugas multifaset yang mencakup pembelajaran, mendidik, membimbing, melatih ketrampilan hidup, dan menilai siswa.
Pendidik juga berperan sebagai fasilitator, motivator, inspirator serta harus terus belajar untuk mengikuti perkembangan dunia pendidikan.
Sehingga kesibukan sebagai pendidik tidak membuat Ni’matuz Zahroh, guru Bahasa Inggris MTsN 15 Jombang berhenti bergerak. Selain itu aktif diberbagai organisasi literasi dan profesi. Antaralain sebagai Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris MTs Provinsi Jawa Timur (2024-2028).
Bahkan sebagai Ketua MGMP Bahasa Inggris Kelompok Kerja Madrasah (KKM) 13 Kemenag Kabupaten Jombang. Pengurus Asosiasi Profesi Keahlian Sejenis (APKS) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jombang (2025-2030).
Dan sebagai Pengurus Ikatan Pendidik Penulis Jawa Timur (2022-sekarang). Serta pendiri Komunitas Penulis Jombang.
Bahkan juga sering diundang menjadi narasumber kepenulisan dan literasi dari berbagai instansi.
Bagi saya secara pribadi, sebagai penulis bukan sekadar hobi, melainkan jejak. ’’Yang terucap akan hilang, tapi yang tertulis akan abadi,’’ ujar ibu dari tiga anak ini.
Baginya, prinsip inilah yang terus menggerakkannya untuk berbagi ilmu, pengalaman dan imajinasi kepada pembaca.
Biarpun ketika malam, tiba dan pada aktivitas sekolah terhenti, dia kembali duduk di depan laptop. Lampu meja kembali menyala.
Karena banyaknya cerita yang ingin dituliskannya. Serta masih banyak mimpi yang ingin ia bagikan untuk dunia pendidikan. Sebuah perjalanan panjang yang lahir dari cinta pada ilmu dan ketekunan yang tidak pernah letih.
Sehingga di tengah perjalanan panjangnya sebagai pendidik sekaligus penulis, saya selalu membawa pesan bagi rekan-rekan sejawat. ’’Untuk teman-teman guru, tetaplah berkarya. Kita berjuang untuk anak didik dan masa depan bangsa,’’ ujar istri Didik Junaidi ini.
Ketika itu murid-muridnya dan anak-anak Indonesia pada umumnya, saya punya pesan tak kalah penting, yakni membaca. ’’Bacalah. Dengan membaca, kalian akan mengenal dunia. Dengan menulis kalian akan dikenal dunia,’’ tandas nya. (Tok)



