
Sri Yuni Hanifah (Foto: istimewa)
BANGKALAN, BIDIKNASIONAL.com – Sri Yuni Hanifah (64), salah seorang peserta JKN mengaku sangat terbantu karena telah terdaftar sebagai peserta JKN. Terdaftar sebagai Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bangkalan, Yuni, demikian panggilan akrabnya mengaku pernah memanfaatkan Program JKN untuk pengobatan masalah tulang dan kini ia kembali memanfaatkan Program JKN untuk pengobatan matanya.
Yuni menceritakan pengalamannya saat berobat sebagai peserta JKN. Dirinya mengaku puas atas pelayanan yang diperoleh. Pada awal Maret lalu, ia menjalani operasi katarak pada matanya tanpa dikenakan biaya sedikitpun. Saat ditemui di Klinik Mata Utama Bangkalan, Yuni sedang melakukan pemeriksaan mata. Yuni menuturkan bahwa ia merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN ini.
“Biaya pengobatan mata saya sepenuhnya sudah ditanggung oleh JKN. Dari awal saya melakukan check up mata sampai proses operasi katarak selesai tidak dikenakan biaya sedikitpun, bahkan saya mendapatkan obat gratis dan kacamata gratis,” ujar Yuni saat ditemui pada Jum’at (07/03).
Yuni menceritakan bahwa pada awalnya ia tidak menyadari kalau dirinya mengidap katarak karena sebelumnya mata Yuni memang sudah kurang sehat. Mata Yuni mengalami minus yang cukup tinggi, untuk mata dibagian kanan sebesar (-22,5) dan mata dibagian kiri sebesar (-18). Dengan kondisi demikian, ia pun berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memeriksakan matanya. Dari hasil pemeriksaan dokter, Yuni di diagnosa mengalami katarak dan akhirnya diberikan rujukan untuk memperoleh tindakan lebih lanjut dari dokter spesialis mata.
Yuni pergi ke Klinik Mata Utama Bangkalan yang tempatnya yang tidak jauh dari kediamannya untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis mata. Dengan hanya berbekal surat rujukan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yuni dapat melakukan proses administrasi di klinik mata tersebut. Pada saat pemeriksaan di klinik, pelayanan yang ia dapatkan sangat bagus, seluruh petugas kliniknya pun sangat ramah. Dari hasil pemeriksaan dokter, selanjutnya Yuni dijadwalkan untuk operasi katarak.
“Syukur alhamdulillah operasinya berjalan lancar tanpa ada kendala, hasilnya juga sangat memuaskan. Penglihatan saya sudah kembali membaik dan sekarang saya sudah tidak perlu memakai kacamata lagi. Untuk pelayanannya juga sangat bagus petugasnya sangat ramah kepada pasien. Proses administrasinya pun sangat mudah dan cepat, selain itu saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Semuanya sudah ditanggung oleh Program JKN termasuk obat–obatan dan saya juga mendapatkan kacamata secara cuma-cuma,” ucap Yuni.
Tidak sampai di situ, setelah menjalani operasi katarak, Yuni masih dianjurkan untuk kontrol pasca-operasi. Biaya kontrol pun tidak dipungut biaya. Yuni bersyukur penglihatan matanya sudah mulai kembali seperti semula dapat melihat dengan jelas dan terang. Yuni juga mengungkapkan selama berobat menggunakan Program JKN, ia tidak menemukan perbedaan dengan pasien umum. Pelayanan yang diberikan sangat nyaman dan setara. Yuni berharap agar Program JKN terus berlangsung agar dapat membantu lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.
“Saya sangat senang dan bersyukur dengan adanya Program JKN ini saya bisa operasi katarak dengan gratis, semoga terus berlangsung untuk membantu banyak masyarakat yang membutuhkan. Pelayanan yang mudah, cepat, dan setara telah saya rasakan sendiri. Semoga kedepannya BPJS Kesehatan dapat memberikan inovasi–inovasi terbarunya untuk memudahkan peserta mendapatkan layanan Kesehatan yang lebih baik lagi. Terimakasih Program JKN dan BPJS Kesehatan semoga semakin sukses ke depannya,” katanya. (rn/gn/red)



