
Dwi Nuliyantini (ist/BN)
PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Dwi Nuliyantini (60), warga Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, harus menghadapi masalah kesehatan pada bagian lumbal yang menyebabkan nyeri berkepanjangan di punggung bawah. Sebagai peserta JKN aktif dari penerima pensiunan PNS Daerah, ia merasa sangat terbantu karena seluruh proses pemeriksaan dan terapi dapat ia jalani melalui fasilitas layanan yang ditanggung program JKN.
Dwi bercerita bahwa keluhannya mulai memburuk ketika nyeri di bagian lumbal semakin sering muncul. Melalui layanan JKN, ia menjalani serangkaian pemeriksaan di rumah sakit, termasuk MRI, hingga akhirnya dokter menemukan adanya penyempitan pada tulang belakang lumbal 4 dan 5. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyarankannya untuk menjalani operasi.
“Waktu itu saya takut sekali kalau harus operasi. Saya sampaikan hal itu kepada dokter, dan beliau kemudian memberikan opsi lain, yaitu melakukan terapi gerakan di air. Saya juga dirujuk untuk bertemu fisioterapis yang bisa membimbing latihan-latihan tersebut,” ujarnya pada Selasa (09/12).
Dwi menuturkan bahwa seluruh proses konsultasi, pemeriksaan, hingga terapi yang ia jalani dapat dilakukan berkat manfaat kepesertaannya di JKN. Tanpa harus memikirkan biaya, ia lebih tenang menjalani tahap demi tahap pemulihan.
Saran dokter untuk mencoba terapi air menjadi titik terang bagi Dwi. Ia diberi waktu tiga bulan untuk menjalani terapi sebelum mempertimbangkan tindakan operasi. Namun, langkah sederhana itu justru memberi perubahan besar.
“Alhamdulillah, saya jadi terinspirasi. Padahal sebelumnya saya tidak bisa berenang. Tapi demi kesembuhan, saya belajar. Di kolam renang, saya bertemu komunitas pasien lain seusia saya. Banyak yang punya keluhan yang sama. Di situ kami saling menyemangati,” kenangnya.
Selain latihan di air, Dwi menjalani fisioterapi rutin di RSUD Bangil yang berada di Kabupaten Pasuruan. Ia merasakan dukungan besar dari para fisioterapis yang mendampinginya selama proses pemulihan.
“Fisioterapis di RSUD Bangil itu sangat supportif dan memotivasi. Mereka tidak hanya membantu saya saat terapi, tetapi juga mengajarkan gerakan stretching yang harus saya lakukan di rumah, sehari dua kali, 30 hitungan setiap gerakan. Itu benar-benar membantu sekali,” tuturnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah tiga bulan menjalani terapi secara konsisten, nyeri yang selama ini ia rasakan hilang, dan dokter menyatakan bahwa ia tidak perlu menjalani operasi.
“Alhamdulillah, rasanya lega sekali. Saya bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Keluarga juga sangat membantu, selalu mengantar kontrol dan mengingatkan saya untuk stretching. Dukungan itu sangat berarti,” ujarnya.
Melalui pengalamannya, Dwi ingin memberikan semangat kepada peserta JKN lainnya yang mungkin sedang mengalami kondisi serupa. Ia meyakini bahwa layanan JKN sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai kebutuhan.
“Saya bersyukur sekali dengan fasilitas JKN. Layanannya lengkap, dari pemeriksaan sampai terapi lanjutan. Semoga JKN tetap ada dan terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (rn/ra/red)



