SPIRITUAL

Kisah Berburu Air Suci 7 Pancuran untuk Tolak Balak

Catatan Spiritual Mbah Woto

Mbah Woto saat mengambil air pancuran di Sumber Nagan, Singosari Malang (Foto: ist/BN)

Saat mengambil air petirtaan Ngawonggo di Tajinan, Malang (Foto: ist/BN)

MOJOKERTO, BIDIKNASIONAL.com –  Berawal dari petunjuk leluhur saat olah spiritual, perihal upaya untuk menolak balak dan sejenisnya termasuk membersihkan sengkolo dan menetralisir penyakit non medis, leluhur memberi dawuh agar mandi air suci dari mata air gunung yang mengalir melewati pancuran atau patirtaan. Syaratnya sebanyak 7 pancuran yang lokasinya berbeda beda. “Adus nganggo banyu suci pitu pancuran (Mandi menggunakan air suci tujuh pancuran),” tutur leluhur lewat dawuhnya.

Untuk mengetahui dimana lokasi tujuh pancuran air suci dimaksud ? Kontak gaib dua alam itu terus belanjut guna mengeksplor keberadaan tujuh pancuran yang dimaksud. Alhamdulillah, upaya mencari tau ke-7 lokasi pancuran terjawab, yakni Petirtaan Jolotundo di Trawas Mojokerto, Petirtaan Candi Belahan di Gempol Kabupaten Pasuruan, Sumber Nagan di Singosari Malang, Petirtaan Kendedes (ada 2 pancuran ) di Singosari Kabupaten Malang, Petirtaan Ngawonggo di Tajinan Kabupaten Malang dan Pancuran belakang Candi Kidal di Tumpang Kabupaten Malang.

Menindaklanjuti dawuh untuk ikhtiar mencari tombo dari gangguan energi negatif tersebut, Saya pada awal bulan Desember baru lalu berangkat ketujuh lokasi pancuran air suci yang didawuhkan leluhur. Syukur alhamdulillah meski menempuh perjalanan hampir 12 jam , akhirnya air dimaksud berhasil kami dapatkan. Semoga ikhtiar yang kami lakukan mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. (Suwoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button