ADVERTORIALARTIKEL

Gerakan Green House Cilik UPN Veteran Jawa Timur: Edukasi Pengelolaan Sampah Organik pada Siswa SDN Pacar Kembang Surabaya

Oleh :

Naysilla Ismalia

Prof. dr. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., Sp.KKLP., M.MB., Ph.D., Subsp.FOMC.

Dian Vina Winata

RR. Anindyah C.N

Shinta Nur Maulidia

Nessa Nova Senia

Nabila Aliyah K

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com –  Permasalahan lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah, masih menjadi isu yang relevan hingga saat ini. Minimnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari sumber menjadi salah satu faktor utama meningkatnya pencemaran lingkungan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga berimplikasi pada kesehatan dan keberlanjutan ekosistem perkotaan. Dalam kerangka global, persoalan tersebut berkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif sejak dini, terutama di lingkungan sekolah dasar, sebagai langkah awal membangun perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut dan bagian dari proyek mata kuliah kepemimpian, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur dengan arahan dari dosen pembimbing melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan di SDN Pacar Kembang 1/192 Surabaya pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini dikemas dalam program Gerakan Green House Cilik: Ubah Sampah Jadi Kompos Sederhana, yang merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Kepemimpinan. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap keberlanjutan. Dengan melibatkan mahasiswa dan siswa secara langsung, kegiatan ini mencerminkan kolaborasi lintas generasi dalam mendukung pencapaian SDGs di tingkat lokal.

Program ini dirancang untuk mengenalkan pengelolaan sampah organik secara sederhana dan aplikatif kepada siswa sekolah dasar. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator pembelajaran, sementara siswa dilibatkan secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi mengenai jenis-jenis sampah dan dampaknya terhadap lingkungan, yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan komunikatif. Pendekatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), yang menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual dan pengembangan keterampilan hidup sejak usia dini. Melalui metode ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pemahaman praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta kegiatan terdiri dari siswa kelas IV dan V yang dipilih sebagai perwakilan siswa. Setelah menerima materi, para siswa mengikuti praktik langsung pembuatan kompos sederhana dengan memanfaatkan sampah organik, seperti daun kering dan sisa makanan. Praktik dilakukan secara berkelompok untuk melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini mendukung SDG 12, karena siswa diperkenalkan pada prinsip pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali sampah organik. Selain itu, siswa diharapkan mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada teman-temannya sehingga proses edukasi lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif dalam praktik lapangan, mengajukan berbagai pertanyaan, serta menunjukkan ketertarikan terhadap proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Respons positif ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Edukasi seperti ini berkontribusi pada SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), karena pengelolaan sampah organik melalui pengomposan dapat mengurangi timbunan sampah dan potensi emisi gas rumah kaca dari tempat pembuangan akhir.

Dukungan juga diberikan oleh guru dan pihak sekolah yang turut mendampingi jalannya kegiatan. Guru membantu mengawasi praktik lapangan serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan metode pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Pihak sekolah menilai bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat, hijau, dan berkelanjutan. Lingkungan sekolah yang bersih dan terkelola dengan baik turut mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Dengan demikian, sekolah berperan sebagai ruang strategis dalam implementasi pembangunan berkelanjutan.

Dari pelaksanaan kegiatan ini, dampak langsung mulai dirasakan oleh siswa dan sekolah. Siswa menjadi lebih memahami cara memilah sampah, mengenali manfaat sampah organik, serta mengetahui tahapan dasar pembuatan kompos. Sekolah juga mulai mempertimbangkan pengelolaan sampah organik secara rutin dan pemanfaatan kompos untuk tanaman di lingkungan sekolah. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian SDGs melalui pengabdian berbasis edukasi dan aksi nyata.

Meskipun kegiatan sempat mengalami penyesuaian jadwal dari rencana awal pada 14 November 2025 menjadi 21 November 2025, pelaksanaan tetap berjalan dengan baik berkat koordinasi yang efektif antara mahasiswa dan pihak sekolah. Fleksibilitas dalam pelaksanaan kegiatan mencerminkan kemampuan kepemimpinan adaptif mahasiswa dalam menghadapi dinamika lapangan. Hal ini penting dalam memastikan keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat. Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang baik, kegiatan tetap mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Secara keseluruhan, Program Gerakan Green House Cilik merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mendukung pencapaian SDG 4, SDG 12, dan SDG 13, serta secara tidak langsung SDG 3 dan SDG 11. Melalui edukasi lingkungan yang aplikatif dan partisipatif, program ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang peduli lingkungan dan berperan sebagai agen perubahan. Penerapan kebiasaan mengelola sampah secara bijak sejak dini menjadi fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang sehat dan lingkungan yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan di sekolah lain sebagai praktik baik pengabdian kepada masyarakat berbasis SDGs.

Referensi

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2020). Pedoman pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia. Kementerian PPN/Bappenas.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021). Pengelolaan sampah berbasis sumber di lingkungan pendidikan. KLHK RI.

United Nations Development Programme. (2023). Education and climate action for sustainable development. UNDP.(wot/adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button