Rayakan HUT ke-53, Kader PDI Perjuangan Tegaldlimo Perkuat Konsolidasi Menuju 2029

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Semangat soliditas membara di Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, pada Sabtu (17/1/2026). Ratusan kader dan simpatisan berkumpul untuk memperingati HUT PDI Perjuangan ke-53 dengan tema sentral “Di Sanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya”.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, Anggota DPRD Dapil 3, Bagus Amerta Dewa, jajaran pengurus PAC, Ranting, Anak Ranting, hingga para tokoh sesepuh partai.
Ketua PAC PDI Perjuangan Tegaldlimo, Sucipto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti kemandirian dan soliditas struktur partai di tingkat akar rumput.
“Terima kasih kepada Ketua DPRD dan Anggota DPRD Dapil 3 yang telah hadir. Kegiatan ini murni bergerak dari struktural Anak Ranting. Kita harus tetap solid dan kompak untuk mempertahankan posisi PDI Perjuangan sebagai pemenang nomor satu di Banyuwangi pada Pemilu 2029 mendatang,” ujar Sucipto dengan penuh semangat.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Banyuwangi Dapil 3, Bagus Amerta Dewa, mengajak seluruh kader untuk terus menjaga ideologi partai. Ia juga menyoroti sikap tegas partai dalam menjaga demokrasi di Indonesia.
“PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai yang konsisten menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPR. Sesuai instruksi Ibu Megawati Soekarnoputri, kita tidak boleh merampas hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung. Mari kita kawal kemenangan ini untuk 2029,” terang Bagus.

Sementara itu, Ketua DPRD Banyuwangi sekaligus perwakilan DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, memberikan arahan strategis terkait posisi partai saat ini. Ia menekankan pentingnya peran pengurus Ranting dan Anak Ranting sebagai ujung tombak perjuangan.
“Kita wajib bersyukur, selama 53 tahun PDI Perjuangan tetap eksis dan menjadi partai teratas. Itu semua berkat kerja keras akar rumput. Di tengah tantangan politik yang berat, di mana saat ini kita berdiri sebagai partai penyeimbang, kita harus teguh. Hati tidak boleh goyah, tetap bersama PDI Perjuangan selama-lamanya,” tegas Made.
Made juga menegaskan kembali penolakan partai terhadap sistem Pilkada lewat DPRD. Menurutnya, interaksi langsung antara rakyat dan calon pemimpin adalah esensi demokrasi yang harus dipertahankan. “Kita yakin kebenaran pasti menang,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-53 ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars, dan Hymne PDI Perjuangan. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang menunjukkan kekompakan para kader, serta ramah tamah sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang partai berlambang banteng moncong putih tersebut. (Dj)



