
Kapal Roro Dharma Rucitra I dipadati truk bermuatan Sabtu malam tadi. (Foto : AK/BN)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Terlihat mulai Jumat malam dan Sabtu malam (16 dan 17 Januari 2026) arus truk bermuatan barang-barang kebutuhan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Surabaya ke Banjarmasin yang naik kapal Roro DLU mendadak mengalami kenaikan dibandingkan Desember tahun lalu.
Kepadatan arus truk bermuatan itu, setidaknya merupakan isyarat roda perekonomian di Surabaya atau Jawa Timur mulai berputar secara normal setelah beberapa waktu ini sempat mengalami krisis hingga berdampak kepada daya beli masyarakat jadi rendah.
Truk bermuatan paling banyak ke Banjarmasin kali ini terjadi pada Sabtu malam (17/1/2026) yang naik ke kapal Roro Dharma Rucitra I, hingga antrean berjejer dua sepanjang ratusan meter dari posisi kapal sandar di dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak.
Situasi arus truk bermuatan yang naik ke kapal ferry Dharma Kartika II juga tujuan Banjarmasin di Jamrud Selatan pada Jumat malam (16/1/2026) hampir menyamai banyaknya truk muatan Dharma Rucitra I Sabtu tadi malam.
Meskipun mengalami kepadatan, namun tidak terlihat sedikitpun hambatan untuk naik ke kapal-kapal Roro DLU, sebab petugas lapangan dari DLU selalu gerak cepat mengantisipasi jika terjadi kemacetan dan mengatur kelancaran truk ke kapal dengan tertib, apalagi rampdoor kapal-kapal DLU rendah hingga mendukung kelancaran naik ke kapal tersebut.
Sejumlah truk tua bermuatan pun hingga mengepulkan asap tebal di darat dermaga, dengan nyaman dan lancar menaiki rampdoor yang rendah tersebut. Sopir-sopir truk kebanyakan tidak perlu melakukan tancap gas saat melintas masuk di rampdoor.
Pada Sabtu malam itu pula, terdapat kapal Roro Dharma Rucitra VII tujuan ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) memuat sejumlah truk bermuatan, namun tidak terlihat mobil pribadi antrean ke kapal ferry mewah milik perusahaan armada pelayaran Nasional PT.Dharma Lautan Utama berpusat di kota Surabaya tersebut.
Untuk truk bermuatan ke NTT via kapal Dharma Rucitra VII, itu terlihat mulai banyak truk-truk besar dan panjang seiring dengan perkembangan bisnis, namun jarang terjaga oleh polisi. “Untuk kapal DLU tujuan ke NTT, penjagaan polisi secara insidentil, saat diperlukan saja”, ujar seorang petugas DLU di lapangan.
Pada awal operasi trayek Surabaya – NTT PP didominasi oleh truk sedang kasis pendek dengan atap terpal berbentuk atap rumah kampung kebanyakan. Dari Waingapu, Sumba kebanyakan membawa jagung ke Surabaya.
Dengan semakin meningkatnya aneka kebutuhan masyarakat di wilayah NTT terhadap barang-barang yang sangat diperlukan di daerah masing-masing. sehingga teraspirasi membuka peluang pengadaan truk besar sekaligus sebagai langkah menghemat biaya tiket kapal Roro, dari dua menjadi satu biaya.

KM.Dharma Kartika II tujuan Banjarmasin diserbu sejumlah kendaraan pada Jumat malam (16/1) di Jamrud Selatan, Tanjung Perak. (Foto : AK/BN)
Seorang Polisi yang ditugaskan menjaga keberangkatan dua hari berturut-turut terhadap kapal DLU tujuan Banjarmasin tersebut turut merasa bersyukur dan mengucap alhamdulillah perlahan seraya “ngguk-nggut” berkat adanya tanda-tanda kenaikan truk bermuatan barang kebutuhan masyarakat sebagai penumpang di kedua kapal DLU yang pisah sandar di dermaga itu.
Pelayaran kapal Roro DLU tampaknya tak pernah kenal “tidur”, baik di perairan maupun di darat. Laut menangis bila tak diarungi kapal-kapal DLU. Dari berbagai jurusan silih berganti sandar dan berangkat di/dari dermaga Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak dan melakukan kegiatan bongkar muat.
Kapal DLU tujuan NTT berangkat Minggu pagi tadi diganti sandar oleh kapal Roro Dharma Ferry VII. Minggu pagi tadi DF VII menaikkan sejumlah truk bermuatan tujuan Balikpapan. “Keadaan muatannya masih stabil, belum tau kapan akan mengalami kenaikan”, sahut petugas DLU di lapangan.
Kapal ferry DLU yang lain juga terus eksis tujuan Kumai, Makassar, Lembar/Lombok, Sampit, Palu pulang pergi, semuanya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan berkantor loket di Jln.Perak Timur 512 Blok A 7-8 Surabaya. (AK/BN)



