
PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Upaya pencegahan penyakit terus diperkuat BPJS Kesehatan melalui layanan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Layanan ini semakin dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana untuk mengenali potensi risiko gangguan kesehatan sejak dini, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Peningkatan kesadaran tersebut tercermin dari data BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan yang mencatat bahwa di wilayah kerja Kantor Cabang Pasuruan, sepanjang tahun 2025 sebanyak 983.418 peserta telah melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Angka ini menunjukkan tingginya partisipasi peserta dalam menjaga kesehatan secara mandiri melalui pemanfaatan layanan digital BPJS Kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Dina Diana Permata, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti skrining kesehatan. Menurutnya, skrining merupakan bagian penting dari upaya promotif dan preventif untuk menekan risiko penyakit katastropik yang selama ini menjadi tantangan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional.
“Kami mengapresiasi partisipasi peserta yang terus meningkat. Dengan skrining, masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal sehingga pencegahan bisa dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat,” ujar Dina, Kamis (22/01).
Ia menjelaskan bahwa secara nasional, penyakit katastropik seperti penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, dan kanker masih mendominasi pembiayaan JKN. Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan tercatat mengeluarkan lebih dari Rp50 triliun untuk membiayai sekitar 59,9 juta kasus penyakit katastropik. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan upaya pencegahan melalui skrining kesehatan dan penerapan gaya hidup sehat.
Dalam rangka mendorong perubahan perilaku masyarakat, BPJS Kesehatan juga mengajak peserta memanfaatkan momentum peringatan Hari Pejalan Kaki Nasional pada 22 Januari dan Hari Gizi Nasional pada 25 Januari untuk mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat. Salah satu aktivitas sederhana yang dianjurkan adalah Gerak Sehat 335, yakni berjalan santai selama 3 menit, dilanjutkan dengan jalan cepat selama 3 menit, dan diulang sebanyak lima set hingga total 30 menit setiap hari.
“Gerak sehat itu mudah dilakukan dan tidak membutuhkan peralatan khusus. Jika dilakukan secara rutin, manfaatnya sangat besar bagi kesehatan,” jelas Dina.
Selain aktivitas fisik, masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan pola makan dengan gizi seimbang. Pemilihan asupan yang tepat dinilai memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan jangka panjang serta mencegah berbagai penyakit tidak menular.
Slamet, salah satu peserta JKN asal Purworejo, Kota Pasuruan, mengaku skrining membantunya memahami kondisi kesehatan sejak dini dan mendorong perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat.
“Setelah mengikuti skrining, saya jadi tahu ada risiko kolesterol. Sekarang saya lebih rutin jalan kaki dan lebih selektif memilih makanan. Dampaknya terasa, badan lebih ringan dan aktivitas sehari-hari juga lebih nyaman,” ujar Slamet.
Ia berharap masyarakat lainnya juga memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang tersedia melalui Aplikasi Mobile JKN. “Dengan skrining, kita bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan sejak awal,” tutupnya. (rn/ra/red)



