
Prosesi pemakaman Ketua DPRD Kota Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono, menuju tempat peristirahatan abadi di TPU Keputih pada Kamis (12/2) sore (Foto: red)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Langit di atas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih tampak mendung, seolah turut merasakan duka yang menyelimuti Kota Pahlawan. Pada Kamis (12/2) sore, ribuan pasang mata melepas keberangkatan terakhir Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, menuju tempat peristirahatan abadi.
Peti jenazah mulai diturunkan ke liang lahat tepat pukul 15.00 WIB, setelah sebelumnya diawali dengan ibadat pemakaman yang khidmat pada pukul 14.42 WIB. Di sisi pusara, sang istri, Lusia Yektihandayani, berdiri dengan ketabahan yang luar biasa, mendampingi prosesi penaburan bunga terakhir bagi pria yang akrab disapa “Cak Awi” tersebut.
Kehilangan ini meninggalkan lubang besar di jantung pemerintahan Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Armuji, tak mampu menyembunyikan kesedihannya.
Usai prosesi pemakaman saat wawancara door stop, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menekankan betapa besarnya dedikasi almarhum bagi masyarakat.
“Semoga beliau diberikan tempat yang paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Segala perjuangannya untuk masyarakat akan terus kita lanjutkan,” ujar Eri Cahyadi dengan suara bergetar.
Selain itu dikatakan, jajaran Pemkot dan DPRD Kota Surabaya harus terus berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di kota Surabaya.
“Ini merupakan pesan yang disampaikan oleh Mas Awi, yang menekankan pentingnya dedikasi untuk kesejahteraan masyarakat dan umat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Surabaya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas nama almarhum. “Jika ada salah khilaf Mas Awi dalam menjalankan tugas, kami mewakili keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya. Beliau selalu mengingatkan bahwa setiap keputusan yang kita ambil akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.”
Tak hanya pejabat aktif, sosok mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, juga tampak hadir di antara kerumunan kader PDI Perjuangan dan masyarakat umum.
Perjuangan Belum Selesai
Diketahui, Cak Awi menghembuskan napas terakhir di RS MRCCC Jakarta pada Selasa (10/2) malam pukul 20.36 WIB. Sebelum dibawa ke TPU Keputih, jenazah sempat disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Sidoarjo untuk memberikan kesempatan bagi kerabat dan kolega memberikan penghormatan terakhir.
Dalam khotbahnya, Imam Katolik yang memimpin prosesi pemakaman mengenang momen saat Cak Awi baru dilantik sebagai Ketua DPRD.
“Saya ingat saat beliau dilantik, beliau memanggil saya dan bercerita. Saya merasa itu adalah berkah. Teman-teman hadir di sini karena cinta, dan kita melepaskan beliau juga karena cinta. Perjuangannya belum selesai, kita yang masih di dunia inilah yang harus melanjutkannya,” tuturnya dengan penuh haru. (red)


