
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras, menyampaikan materi kepada ratusan mahasiswa dalam kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus di Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Selasa (30/6/2026). Foto: ist
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – BPJS Kesehatan memperluas jangkauan edukasi Program JKN kepada generasi muda melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus, yang diselenggarakan di berbagai perguruan tinggi, salah satunya Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya pada Selasa, 30 Juni 2026.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras, menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai agent of change memiliki peran penting dalam transformasi kesehatan Indonesia dan keberlanjutan Program JKN. Selain itu, agar tidak mudah menerima informasi keliru terkait layanan kesehatan.
“Para mahasiswa ini setelah lulus nanti disiapkan untuk menjadi calon tenaga medis. Oleh karena itu, mereka merupakan sasaran yang tepat untuk diberikan pemahaman mengenai Program JKN sebagai bekal ketika nantinya terjun dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Aras.
Selain itu, Aras juga menekankan pentingnya anak muda untuk menerapkan pola hidup sehat dan skrining riwayat kesehatan rutin satu tahun sekali agar terhindar dari penyakit kronis sejak dini. Jika terlanjur terdiagnosa memiliki penyakit kronis, Aras mengajak mahasiswa untuk segera bergabung dalam klub Prolanis Muda.
“Prolanis Muda merupakan program pengendalian penyakit kronis bagi peserta JKN berusia produktif, yakni di bawah 45 tahun, yang bertujuan mencegah terjadinya komplikasi. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk mengajak para mahasiswa agar selalu menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif, mengingat tidak ada yang dapat memprediksi kapan seseorang akan jatuh sakit,” tutur Aras.
Aras menambahkan, kepesertaan JKN yang aktif akan memberikan rasa tenang karena peserta tidak perlu mengkhawatirkan biaya pelayanan kesehatan saat membutuhkan pengobatan. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan para mahasiswa mampu mengenali apabila terdapat pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat melaporkannya melalui berbagai kanal pengaduan milik BPJS Kesehatan
“Pengaduan dapat disampaikan melalui berbagai kanal layanan non tatap muka, seperti Aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA di nomor 0811-8-165-165, Care Center 165, maupun VIOLA (Virtual Office Layanan Peserta). Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan secara langsung dengan mendatangi kantor kami yang beralamat di Jalan Dharmahusada Indah Nomor 2, Surabaya,” sambung Aras.
Aras menambahkan, untuk semakin memudahkan pengaduan jika terjadi kendala berobat di rumah sakit, BPJS Kesehatan juga memiliki petugas BPJS SATU (Siap Membantu!). Nomor kontak, foto, serta nama petugas dapat ditemukan di ruang terbuka rumah sakit, seperti ruang administrasi, IGD, dan ruang Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit.
“Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan tersebut untuk menyampaikan pengaduan maupun mengakses layanan administrasi kepesertaan. Tujuannya untuk mempercepat pelayanan dan meningkatkan kepuasan peserta,” jelas Aras.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras, bersama jajaran BPJS Kesehatan dan civitas akademika Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya berfoto bersama peserta usai kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus, Selasa (30/6/2026). Foto: ist
Sementara itu, salah satu mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya, Amalia Fitri (21), mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Program JKN. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sumber informasi yang akurat untuk meluruskan berbagai persepsi yang keliru di masyarakat terkait layanan BPJS Kesehatan.
“Saya mendapat pengetahuan tentang berbagai layanan BPJS Kesehatan. Selama ini, masih banyak informasi yang kurang tepat saya peroleh dari lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, saya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta JKN,” tutur Amalia.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan perpanjangan tangan BPJS Kesehatan melalui mahasiswa utuk menyampaikan informasi yang akurat. Sebagai calon tenaga medis, ia juga berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan Program JKN melalui edukasi kepada masyarakat lingkungan sekitarnya. (bp/md/red)


